Bunga Utang Indonesia Tembus Rp 73,8 Triliun, Ternyata Ini yang Bikin Bengkak Belanja Negara

Total belanja pemerintah pusat pada periode Januari-Maret 2020 adalah sebesar Rp 277,9 triliun. Jumlah ini setara dengan 16,5% dari target APBN 2020

Editor: Array A Argus
Shutterstock
Ilustrasi. (Shutterstock) 

Ini karena ada banyak pemotongan atau pengubahan kontrak dari awalnya single year menjadi multi years.

Hal ini, kata Sri, sejalan dengan adanya prioritas belanja yang lebih ditujukan kepada kesehatan, bantuan sosial (bansos), dan pemulihan ekonomi akibat dari wabah virus Corona.

Sosok Anggita, Wanita yang Bakar Diri saat Diminta Utang Ibu Kos, Petaka Gertakan Berujung Maut

Terakhir, Kemenkeu mencatat belanja bantuan sosial (bansos) sampai dengan Maret 2020 sebesar Rp 47,2 triliun atau mengalami kenaikan 27,6% dari tahun sebelumnya yang senilai Rp 37 triliun.

Realisasi belanja bansos ini setara dengan 45,6% dari pagu APBN 2020 sebesar Rp 103 triliun.

Bunga Utang Rp 73,8 Triliun
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan hingga Maret 2020, pemerintah menggelontorkan dana hingga Rp 134,9 triliun atau 17,4% dari pagu APBN 2020 senilai Rp 773,9 triliun untuk belanja non-Kementerian/Lembaga.

Tak Kembalikan Utang Rp 15 Juta Modal Jual Jus, Mertua Jebloskan Menantu ke Penjara

Belanja non-K/L pada periode ini tumbuh sebesar 2,2% dari realisasi tahun lalu sebesar Rp 132 triliun.

Belanja non-K/L ini ditunjang oleh pembayaran bunga utang yang mencapai Rp 73,8 triliun atau 25% dari alokasi APBN 2020 sebesar Rp 295,2 triliun.

"Pembayaran bunga utang ini tumbuh 4,6% untuk subsidi, karena harga minyak menurun maka akan mengalami penurunan untuk pembayaran subsidi, baik listrik maupun minyak kita," kata Sri.(Rahma Anjaeni)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved