Berkeliaran saat Covid-19 Mengganas, Dokter di Medan Unggah Foto Kerusakan Paru-paru Korban Covid-19

Seorang dokter di Medan kesal melihat warga yang cuek dan tetap melalak (keluar rumah) di saat virus corona (Covid-19) mengganas.

Editor: Tariden Turnip
facebook
Berkeliaran saat Covid-19 Mengganas, Dokter di Medan Unggah Foto Kerusakan Paru-paru Korban Covid-19. Foto rontgen pasien Covid-19 di Medan dalam dua hari. 

Dr Moh Ramadhani Soeroso Sp P

Sebelumnya tri bun-medan.com melansir bayi berusia 2 tahun 6 bulan meninggal dunia di ruang isolasi RSUP Adam Malik pada meninggal dunia pada Minggu (12/4/2020) pukul 03.00 WIB dini hari.

Bayi berstatus PDP Covid-19 ini masuk dan dirawat di ruang isolasi RSUP Adam Malik pada Sabtu (11/4/2020) pukul 16.00 WIB. 

Apakah bayi ini yang dimaksud dokter Ramadhani?

Saat dikontak lewat inbox massenger, dokter Ramadhani hanya mengatakan: Pokoknya usianya di bawah 10 tahun.

Dokter Ramadhani menyampaikan sembilan imbauan khusus bagi warga terkait dengan postingan yang telah diunggahnya.

"Pertama, tetap di rumah kalau terpaksa keluar rumah pakai masker," tulisnya.

"Kedua, hindari keramaian, usahakan berada di ruangan yang ventilasi terbuka.

Ketiga, Jaga jarak terhadap sesama orang, karena kita tidak tau apakah orang tersebut OTG, karena saat ini sudah ada pasien OTG yg hasil swab positive covid-19," terangnya.

"Keempat, hindari berjabat tangan.

Kelima, rajinlah cuci tangan, walaupun enggak ada hand sanitizer, cuci tangan dengan sabun sudah cukup," lanjutnya.

Dia juga menuturkan agar warga mengonsumsi vitamin E dan C.

"Keenam, konsumsi vitamin E, vitamin C, cukup 1 kapsul setiap hari, kemudian madu 2 sendok tiap pagi, kapsul jintan Hitam atau habbatausaudah 2 kapsul setiap hari.

Ketujuh, istirahat 7-8 jam sehari," lanjutnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved