Astronot Ini Mengakui Lebih Terisolasi di Bumi daripada Luar Angkasa di Tengah Pandemi Corona

Ketiga astronot itu kembali dari Stasiun Luar Angkasa atau International Space Station (ISS), sejak tugas yang mereka jalankan tahun lalu.

Twitter @NASA
Tiga astronot kembali dari International Space Station (ISS) dan mendarat di Bumi pada Jumat (17/4/2020). 

Astronot Ini Mengakui Lebih Terisolasi di Bumi daripada Luar Angkasa di Tengah Pandemi Corona

TRIBUN-MEDAN.com - Salah satu dari tiga astronot yang kembali dari luar angkasa mengungkapkan, dirinya akan merasa lebih terisolasi di bumi daripada di luar angkasa.

Ketiga astronot itu kembali dari Stasiun Luar Angkasa atau International Space Station (ISS), sejak tugas yang mereka jalankan tahun lalu.

"Akan sulit untuk tidak memberikan pelukan kepada keluarga dan teman-teman, setelah berada di sini (ISS) selama 7 bulan," kata Jessica Meir astronot dari Amerika Serikat ( AS) dalam panggilan video sebelum kembali ke Bumi.

Dilansir dari BBC, tahun lalu ia menorehkan sejarah dengan menyelesaikan misi dengan tim yang diisi sesama astronot perempuan, yaitu bersama Christina Koch yang juga dari NASA.

"Aku merasa akan lebih terisolasi di Bumi daripada di sini. Kami sibuk dengan banyak pekerjaan dan tidak merasa terisolasi," tambahnya.

Meir tidak asing dengan isolasi. Ia bersama kosmonot Rusia Oleg Skrypochka meninggalkan Bumi pada September 2019, jauh sebelum terjadi wabah virus corona.

Kemudian astronot AS lainnya, Andrew Morgan, telah bergabung dengan ISS sejak Juli 2019.

Pandemi virus corona yang sedang terjadi saat ini telah mengubah rutinitas untuk memulangkan astronot dari misinya di luar angkasa.

"Sangat tidak masuk akal melihatnya terjadi di Bumi," kata Meir kepada wartawan saat melakukan panggilan video baru-baru ini.

"Dari sini (ISS), Bumi terlihat sama memesona seperti biasanya, jadi sulit untuk percaya semua perubahan yang terjadi sejak kami pergi," lanjutnya.

Diberitakan BBC, ketiganya mendarat di Bumi pukul 5.16 GMT. Skrypochka dan Meir telah menghabiskan 205 hari di luar angkasa, sedangkan Morgan bertugas selama 272 hari.

Serangkaian unggahan di akun Twitter resmi ISS menggambarkan bagaimana kru Soyuz terbagi ke tiga modul sebelum turunan modul itu "menciptakan jejak plasma" di atmosfer Bumi pada Jumat pagi (17/4/2020).

Kapsul kemudian berhasil mendarat di Kazakhstan, lalu NASA mengunggah video tentang para astronot yang ditemui oleh tim pencari yang mengenakan masker.

Tim pencari telah dikarantina dan diyakini sudah menjalani tes virus corona sebelum pergi menjemput astronot. Tindakan itu dilakukan untuk menekan risiko penularan dari tim penyelamat ke astronot.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved