Update Corona di Sumut 16 April 2020
KELAKAR Gubernur Edy Rahmayadi: Tinggal Istri aja yang Belum Disumbangkan
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengungkap keseriusan pemerintah menangani kasus virus Corona atau Covid-19.
Penulis: Satia | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN-
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengungkap keseriusan pemerintah menangani kasus virus Corona atau Covid-19.
Edy pun bersedia menyumbangkan Tunjangan Hari Raya (THR)-nya untuk membantu pembiayaan percepatan penanganan wabah pandemi ini.
Disela-sela menyampaikan kesiapannya berperang melawan wabah ini, ia juga menyempatkan untuk berkelakar usai rapat di rumah dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan, Rabu (15/4/2020) petang.
"Bukan lagi THR yang disumbangkan ini, tinggal istri aja yang belum disumbangkan ini," ujar Edy Rahmayadi bercanda.
Candaan Edy itu seolah menggambarkan totalitasnya untuk membantu masyarakat Sumut khususnya dari kalangan kurang mampu yang semakin sulit ekonominya karena terdampak covid-19.
Dalam berbagai kesempatan, Edy menyampaikan fokusnya bagaimana agar masyarakat terdampak covid-19 bisa terbantu.
Untuk itu, Gubernur Edy mem-plot anggaran Rp 260 miliar yang segera dikucurkan kepada sekitar 1,3 juta KK kurang mampu terdampak covid-19 di Sumut.
Selain itu, ia menyatakan dukungannya atas berbagai program stimulan dari Pemerintah Pusat, seperti program Kartu Pra Kerja, Program Keluarga Harapan (PKH) dan insentif lainnya, termasuk bebas tagihan dan diskon rekening listrik.
Dan kepada Pemkab/Pemko, Gubernur Edy mengharapkan mempercepat penyaluran PKH.
Adapun bantuan PKH yang anggarannya dari APBN adalah untuk berjumlah 408.321 KK di Sumut.
Terhadap Kartu Pra Kerja dengan bantuan Rp 2,4 juta (Rp 600.000 selama 4 bulan) yang langsung diterima masyarakat nantinya, juga diharapkannya segera bisa terealisasi.
Secara keseluruhan, Pemprov Sumut, kata Gubernur Edy, menyiapkan Rp 1,5 triliun untuk menghdapai skenario terburuk penanganan covid-19 di Sumut.
Skenario pertama saat ini disiapkan Rp 502 miliar. Jika pandemi covid-19 belum berakhir, masuk ke skenario kedua bertambah Rp 500 miliar.
Skenario ketiga jika pandemi belum juga berakhir, yakni bertambah Rp 500 miliar lagi. Edy menambahkan soal Rp 1,5 triliun itu, sudah mendapat dukungan dari DPRD Sumut.
(Wen/Tri bun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gubsu-video-1.jpg)