Kompolnas Minta Hukuman Tegas Bentrokan Anggota TNI-Polri di Papua yang Mengakibatkan 3 Polisi Tewas
Saat ini Polda Papua dan Kodam Cenderawasih sedang melakukan pengumpulan fakta-fakta penyebab terjadinya bentrokan tersebut.
Poengky menjelaskan, Kompolnas juga selalu memberikan perhatian dan pengawasan untuk Papua.
"Kompolnas selalu memberikan perhatian kepada Papua. Apalagi saat ini di Kompolnas ada 2 anggota Kompolnas yang dulu Kapolda Papua pada masanya, yaitu Irjen Pol Purn Bekto Suprapto dan Irjen Pol Purn Yotje Mende," terang Poengky.
Namun, dengan adanya wabah virus corona seperti saat ini, pihaknya hanya bisa berkomunikasi dan mendapatkan informasi dari Kapolda Papua atau jajarannya tentang situasi kamtibmas Papua dengan kemajuan teknologi.
Sebelumnya, anggota Polres Mamberamo Raya dan Satgas Yonif 755 terlibat bentrokan pada Minggu (12/4/2020) pagi.
Akibat peristiwa ini, dua anggota polisi harus meninggal dunia.
"Memang betul ada pertikaian yang berawal dari kesalahpahaman hingga menyebabkan dua anggota Polres Mamberamo Raya meninggal," kata Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw.
Waterpauw menjelaskan, Kapolres Mamberamo Raya sedang berupaya menyelesaikan masalah tersebut dengan Dandim 1702/Sarmi.
Bentrokan tersebut diakuinya bermula pada Sabtu (11/4/2020) akibat kesalahpahaman.
Waterpauw pun memastikan akan segera bertolak ke Mamberamo Raya bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab. (*)
Artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul:3 Polisi Tewas dalam Bentrokan Anggota TNI dan Polri, Kompolnas Minta Hukuman Tegas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/3-polisi-tewas-di-mamberanmo.jpg)