Bentrok TNI Polisi

Instruksi Panglima TNI pada Pangdam Cenderawasih setelah Bentrok TNI Polisi yang Tewaskan 3 Polisi

Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal Herman Asaribab menyampaikan permohonan maaf kepada Polri dan jajaran Polda Papua.

Editor: Tariden Turnip
tribratanews polda papua
Instruksi Panglima TNI pada Pangdam Cenderawasih setelah Bentrok TNI Polisi yang Tewaskan 3 Polisi . Pelepasan jasad polisi yang tewas di Pangkalan Udara Silas Papare Jayapura, Senin (13/4/2020). 

Sementara itu, Komandan Lanud Silas Papare Jayapura Marsekal Pertama Tri Bowo Budi Santoso menambahkan, pihaknya menyiapkan satu pesawat CN-235 untuk mengantar ketiga jenazah bersama keluarganya.

Sementara itu, dua anggota Polri yang terluka dalam insiden ini adalah Brigadir Kepala Alva Titaley dan Brigadir Satu Alexander Ndun. Keduanya masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Jayapura.

Insiden itu terjadi di Kasonaweja, Mamberamo Raya, pada Minggu pukul 07.40.

Disebutkan terjadi kesalahpahaman antara lima anggota Polres Mamberamo Raya dengan anggota TNI di Pos Satgas Pamrahwan Yonif 755/20/3-Kostrad yang berujung pada penembakan.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR asal Papua, Yan Mandenas, menyatakan, insiden penembakan di Mamberamo Raya perlu diinvestigasi secara komprehensif dan transparan.

Ia menyatakan, TNI harus memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada oknum anggota yang terbukti bersalah menembaki lima anggota Polri tersebut.

Kompolnas Usul Pelaku Dijerat Hukum Pidana

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti meminta oknum yang menyebabkan jatuhnya korban akibat bentrokan antara anggota TNI- Polri di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, diproses hukum secara pidana.

Akibat bentrokan tersebut, tiga anggota polisi tewas dengan luka tembak.

“Untuk kepastian hukum dan keadilan, saya berharap para pelaku yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka diproses pidana sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Poengky ketika dihubungi Kompas.com, Senin (13/4/2020).

Poengky berpandangan, pemberian sanksi dapat memberi efek jera agar kejadian tersebut tidak terulang.

Kompolnas pun mengaku prihatin akan peristiwa tersebut. Poengky tak memungkiri adanya gesekan antaranggota di level bawah meski pejabat utama TNI-Polri sering memberi contoh perihal sinergisitas kedua instansi.

Menurut dia, gesekan yang kerap kali dipicu masalah kecil tersebut perlu segera diselesaikan.

“Dugaan saya, emosi jiwa muda anggota Polri dan TNI di lapangan terkadang muncul meski dipicu masalah sepele,” ucap dia.

Ketua MPR Bambang Soesatyo menyesalkan insiden bentrokan antara personel TNI dan Polri di Kabupaten Membramo Raya, Papua, pada Minggu (12/4/2020).

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved