Breaking News

Komunitas Kejar Mimpi, Kembangkan Jiwa Sosial dan Kewirausahaan

Komunitas Kejar Mimpi memiliki empat pilar utama yakni lingkungan, pendidikan, filantropi dan pembangunan ekonomi sosial.

TRIBUN MEDAN/HO
SEJUMLAH anggota Komunitas Kejar Mimpi Medan saat melakukan kegiatan beberapa waktu lalu. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Melatih kemandirian lewat kegiatan-kegiatan sosial dan kewirausahaan, Komunitas Kejar Mimpi menjadi wadah anak muda untuk tetap berkarya.

Terbentuk sejak 2019, Komunitas Kejar Mimpi memiliki empat pilar utama yakni lingkungan, pendidikan, filantropi dan pembangunan ekonomi sosial.

Komunitas ini telah tersebar di sebanyak 28 daerah di Indonesia.

"Awalnya itu ada event besar namanya leader camp di tahun 2018, jadi dari situ beberapa perwakilan Medan dikumpulkan terus dinisiasikanlah untuk dibentuk Kejar Mimpi yang di Medan, sejauh ini baru satu kali rekrutmen dilakukan," ujar Try Novelina Purba, Leader Kejar Mimpi Medan kepada Tribun Selasa (7/4/2020).

Lebih lanjut Try menjelaskan beberapa kegiatan yang dilakukan komunitas Kejar Mimpi antara lain Clean Up, yakni kegiatan aksi bersih di sekitar Sungai Deli, Gengkresek yakni kegiatan mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dengan membagikan tote bag yang terbuat dari kain bekas kepada warga.

Ada juga kegiatan workshop desain grafis dan beberapa talk show inspiratif seputar mengejar mimpi.

"Bulan Januari kemarin juga kita adakan kegiatan Goes to School, jadi mengedukasi anak-anak sekolah tentang pentingnya pendidikan, kenapa harus melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, potensi yang dimiliki, dan banyak lagi," ujarnya.

Komunitas yang berisikan anak-anak muda yang memiliki ketertarikan terhadap bidang sosial, Kejar Mimpi menjadi wadah untuk mengembangkan diri khususnya di bidang sosial kemasyarakatan. Anggota Kejar Mimpi saat ini sebanyak 40 orang.

Melalui beberapa kegiatannya, Kejar Mimpi mengutamakan aspek self development para anggotanya.

"Beberapa waktu terakhir kita sedang fokus di wirausaha, pendidikan, dan lingkungan, karena berdasarkan yang kami amati, masalah di Kota Medan berada di seputaran aspek itu. Makanya kegiatannya kita sesuaikan, seperti hari ini kita adakan baking demo, untuk menguatkan sisi enterpreneurship nya," kata Try.

Try mengatakan bahwa eberapa kegiatan kewirausahaan yang dilakukan Komunitas Kejar Mimpi diusahakan memaksimalkan kemampuan para anggotanya.

Ajak Pemuda Medan Melek Teknologi, Kampung Digital Sediakan Wadah Belajar Skil Digital

"Untuk kegiatan kewirausahaan kita biasanya memanfaatkan keterampilan yang dimiliki oleh anggota Kejar Mimpi itu sendiri. Jadi misalnya ada yang bisa bikin kue, kita adakan pelatihan nya. Beberapa juga ada yang bisa bikin gelang atau totebag, akan kita buat juga pelatihannya," tuturnya.

Beberapa produk yang sudah dihasilkan oleh Komunitas Kejar Mimpi juga sudah berhasil dijual.

Beberapa produk tersebut yakni cup cake, makaroni, serta beberapa jenis kue kering yang dijual saat perayaan Natal tahun lalu.

Sistem penjualan yang digunakan adalah sistem pre order atau menerima pesanan terlebih dahulu lalu akan dikerjakan sesuai dengan permintaan.

"Kami juga sudah mengeluarkan beberapa produk, seperti cup cake, makaroni, dan cookies untuk natal kemarin. Sistem penjualan yang digunakan sejauh ini masih pre order," ujarnya.

Selama masa pandemi corona, Komunitas Kejar Mimpi Medan menunda untuk sementara waktu kegiatan-kegiatannya.

Namun, pengumpulan donasi untuk mencegah Covid-19 tetap dilakukan yang dipublikasikan melalui akun instagram @kejarmimpi_medan.(cr14/tri bun -medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved