Enam Pasien Covid19 di Sumut Sembuh
ALHAMDULILLAH 6 Pasien Positif Covid-19 Sembuh di RS Adam Malik, Total Ada Delapan yang Sudah Sembuh
Sebanyak enam pasien positif Covid-19 telah dinyatakan sembuh di RSUP Adam Malik, Medan, Selasa (7/4/2020).
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: M.Andimaz Kahfi
ALHAMDULILLAH 6 Pasien Positif Covid-19 Sembuh di RS Adam Malik, Total Ada Delapan yang Sudah Sembuh
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak enam pasien positif Covid-19 telah dinyatakan sembuh di RSUP Adam Malik, Medan, Selasa (7/4/2020).
"Alhamdulillah hari ini kita memulangkan kembali enam pasien yang sembuh dari Covid-19 di RSUP H Adam Malik," ucap Direktur Medik dan Keperawatan RSUP HAM, dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K).
Total per hari ini menjadi delapan pasien yang sudah sembuh," sambungnya.
Enam pasien yang dinyatakan sembuh hari ini terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki.
Semua pasien dinyatakan sembuh setelah hasil swab menyatakan negatif Covid-19 dua kali berturut-turut.
Zainal juga menyebutkan pencapaian ini berkat kerja keras seluruh tim medis di RSUP Adam Malik.
"Terimakasih kami sampaikan buat semua staf yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung.
Semoga energi kita cukup terus untuk melawan Covid-19 bersama-sama," tuturnya.
Ia bahkan menyatakan bahwa saat ini tim medis menjadi sangat bahagia dan semakin semangat merawat pasien yang terpapar virus Corona.
"Rasa bahagia bercampur haru terpancar dari wajah tim medis yang selama ini menangani pasien.
Mereka sangat berbahagia dengan hasil laboratorium yang baru diterima hari ini.
Pencapaian ini membuat semua tenaga medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19 semakin bersemangat," tambah Zainal.
Diketahui sebelumnya, pasien RSUP HAM pertama yang dinyatakan sembuh pada tanggal 4 April 2020 berjenis kelamin perempuan, berusia 44 tahun.
Tak lama setelah itu, pasien sembuh berikutnya diumumkan pada tanggal 6 April 2020, berjenis kelamin laki-laki dan berusia 25 tahun.
"Jumlah pasien terindikasi Covid-19 setiap harinya yang datang atau dirujuk ke RSUP HAM memang banyak, hal ini berdampak pada ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) di Rumah Sakit milik Kementerian Kesehatan ini," tutur Zainal.
Namun berkat donasi dan bantuan dari berbagai pihak, RSUP H Adam Malik mampu memberikan pelayanan terbaik bagi pasien Covid-19.
"Bangga untuk semua tim medis,” pungkas haru Direktur Umum dan Operasional, dr Mardianto, SpPD-KEMD.
Ajudan Wagub Sumut Sembuh dari Virus Corona, Ori Sebut Kuncinya Tidak Panik
Ajudan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Ori Kurniawan yang telah sembuh dari virus Corona atau Covid-19 meminta masyarakat jangan panik untuk melawan wabah ini.
Sebab, kata dia kepanikan akan dapat mengakibatkan pikiran semakin kacau sehingga dapat memperburuk kondisi kesehatan.
"Dari awal mengetahui terkena Corona, saya shock. Kemudian, saya baca media untuk tidak panik, karena kepanikan akan mengakibatkan daya tahan tubuh turun," katanya saat ditemui usai pulang dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Senin (6/4/2020) petang.
Ia mengatakan, awal mulanya terjangkit virus Corona ini setelah pulang dari Jakarta, saat melakukan kunjungan kerja bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah.
Setelah pulang, ia mengalami batuk dan sesak napas.
Sehingga, membuatnya merasa tidak nyaman untuk melakukan aktivitas kerja pascapulang dari Jakarta.
Dengan gejala yang ditakutkannya terkena virus Corona, ia kemudian melakukan tes kesehatan.
Setelah tes kesehatan keluar, barulah dirinya dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19.
Namun, dirinya berjuang agar semaksimal mungkin tidak panik dan tenang melawan virus ini.
Karena, ia sempat membaca berita melalui smartphone bagaimana penanganan pertama melawan virus ini, yaitu tidak panik.
Akan tetapi, dirinya sempat down ketika membaca pemberitaan mengenai virus ini.
Namun, dengan tekat yang kuat, ia bersungguh-sungguh harus bisa melawan wabah ini.
"Yang membuat saya panik sebenarnya pertama adalah pemberitaan yang ada. Padahal kalau kita kaji ulang banyak yang sembuh karena penyakit ini, tetapi kepanikan yang membuat semakin down," ucapnya.
Selama melawan virus ini, ia selalu meminta doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kemudian, dukungan dan doa keluarga juga dianggapnya sebagai bentuk upaya untuk melawan virus ini.
Menurutnya, semua penyakit bisa dilawan, apabila memiliki kemauan untuk sembuh.
"Berdoa kepada Allah, doa orang tua, rekan-rekan sana dan Pak Ijeck. Mereka semua yang mensupport saya untuk sembuh. Tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan kecuali kematian," jelasnya.
Selama Isolasi karena Virus Corona, Ajudan Wagub Sumut Ori Kurniawan Konsumsi Telur Rebus
Selama menjalani masa isolasi karena terpapar virus Corona atau Covid-19, Ori Kurniawan mengaku, rutin diberikan telur rebus oleh tenaga medis Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik.
"Saya juga diberikan telur rebus selama tiga kali sehari, selalu ada di kotak makanan saya," katanya saat ditemui usai pulang dan dinyatakan sembuh dari virus Corona oleh RSUP Haji Adam Malik, Senin (6/4/2020).
Ia sendiri tidak mengetahui secara pastinya, untuk apa telur rebus ini.
Akan tetapi, kata dia telur rebus biasanya dimakan karena kaya akan protein.
Pada 26 Maret 2020 lalu, ia harus menjalani masa isolasi karena dinyatakan positif terpapar virus Corona.
Dirinya mengaku terpapar virus ini karena baru saja melakukan kunjungan kerja bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah ke Jakarta.
Selain telur rebus, tenaga media juga rutin memberikannya vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
"Saya diberikan vitamin B kompleks, Vitamin C, Vitamin E yang bertujuan untuk mengembalikan daya tahan tubuh," ujarnya.
Saat berada di ruang isolasi, dirinya hanya tertidur sambil terus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk diberikan kesabaran hingga kesembuhan.
Selama masa isolasi tersebut, katanya, tidak ada yang boleh masuk kecuali petugas medis.
"Saya di ruangan tersendiri dan tidak ada yang boleh masuk kecuali para medis," ujarnya.
Ori mengatakan, saat menjalani perawatan ia rindu akan kehadiran keluarga, terutama orang tua.
Namun, karena orang tua tidak bisa menjenguk, ia mengaku harus kuat untuk melawan virus ini agar dapat bisa berkumpul bersama orang-orang tersayang.
"Kita berdoa bersama-sama, kita harus kuat menghadapi wabah ini, jangan panik, jangan takut," jelasnya.
Setelah pulang dan dinyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit, dokter menyarankan dia untuk tidak keluar rumah selama seminggu.
"Saya diminta isolasi dulu, jaga daya tahan tubuh selama seminggu lebih," ujarnya.
Kemudian, ia meminta kepada seluruh masyarakat agar dapat menerapkan sosial hingga physical distancing, guna mewaspadai penyebaran wabah pandemi ini.
Lalu, ia juga menyarankan kepada orang yang bersin dan batuk harus beretika dan tidak sembarang. Setidaknya gunakan penutup mulut saat bersin dan batuk.
Ia juga menyarankan masyarakat agar selalu mencuci tangan sebelum makan dan menyentuh bagian wajah.
"Kita harus jaga jarak, harus ada etika ketika kita batuk dan bersin. Jangan memegang wajah apabila tidak melakukan cuci tangan terlebih dahulu," ujarnya.
Ajudan Musa Rajekshah ini juga menyarankan kepada masyarakat agar tidak melakukan perjalanan jauh hingga ke luar kota.
Perihal ini dilakukan guna memutus rantai penyebaran virus Corona di Sumatera Utara.
"Jangan keluar apabila tidak ada hal yang darurat," ungkapnya.
(vic/tri bunmedan.com)