Tangkal Corona, Bupati Taput, Kapolres dan Kasdim Berjemur di Lapangan

Bupati Taput Nikson Nababan, bersama Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen dan Kasdim 0210/TU Ojak Simarmata melakukan aksi berjemur di Lapangan

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, bersama Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen dan Kasdim 0210/TU Ojak Simarmata melakukan aksi berjemur di Lapangan Tangsi, Tarutung, Senin, (6/4/2020). 

Laporan Wartawan Tri bun Medan, Arjuna Bakkara

TRI BUN-MEDAN.COM, TARUTUNG - Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, bersama Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen dan Kasdim 0210/TU Ojak Simarmata melakukan aksi berjemur di Lapangan Tangsi, Tarutung, Senin, (6/4/2020).

Nikson mengatakan, aksi berjemur ini merupakan upaya untuk meningkatkan antibodi guna menangkal penularan Covid-19.

pun mengajak masyarakat Taput turut berjemur guna mendapatkan sinar matahari.

"Kita mengimbau dan mensosialisasikan agar masyarakat juga sering-sering berjemur agar kondisi tubuh semakin sehat, terutama bagi warga yang aktivitasnya kebanyakan di dalam ruangan. Kegiatan ini perlu dilakukan sebelum memulai aktivitas sehari-hari," kata Bupati.

Kegiatan itu juga diikuti para Staf Ahli Bupati, Asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah bersama pejabat Eselon III, para Pejabat/Perwira dan Anggota TNI-Polri.

Selain berjemur juga dilaksanakan senam bersama yang dipandu seorang anggota Kodim 0210/TU.

Bupati berpesan agar kegitan seperti ini tetap dilaksanakan dan berharap seluruh masyarakat Tapanuli Utara tetap sehat.

"Sesuai anjuran kesehatan, berjemur baik dilaksanakan pada pagi hari. Kita tetap melakukan segala upaya dalam melakukan pencegahan penularan virus corona dan mengimbau kepedulian seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi kondisi saat ini," ucap Bupati.

Jam Berjemur yang Baik

Sejak Virus Corona mewabah, masyarakat dianjurkan berjemur di pagi hari agar tetap sehat.

Namun, belakangan ini terjadi perdebatan waktu berjemur terbaik semakin ramai diperbincangkan di media sosial.

Ada yang menyebutkan waktu yang tepat untuk berjemur adalah di atas pukul 10.00 WIB, untuk mendapatkan hasil vitamin D dari paparan sinar matahari.

Di sisi lain, ada pula yang menyanggah dan membantah bahwa sinar matahari yang paling baik untuk berjemur adalah pukul 07.00-09.30 WIB pagi.

Perdebatan itu mengundang kebimbangan di masyarakat, atas saran mana yang sebaiknya dipertimbangkan untuk dilakukan.

Dokter ahli gizi dan magister filsafat, Dr dr Tan Shot Yen M Hum, akhirnya kembali menjawab polemik yang beredar mengenai waktu berjemur yang tepat dan baik dilakukan oleh masyarakat khususnya Jakarta dan Bekasi, Indonesia.

Tan memaparkan penelitian yang dilakukan oleh dokter ahli gerontologi (ilmu penuaan) di RS Cipto Mangunkusumo, Prof Dr Siti Setiati SpPD-KGER di Indonesia.

Penelitian ini tentang paparan sinar matahari pada wanita lanjut usia di Jakarta, Indonesia pada garis lintang 6 S.

Dalam hasil penelitian Siti yang telah diterbitkan dalam situs penelitian biomedis dan bioinformatika National Center for Biotechnology (NCBI), intensitas ultraviolet B (UVB) tertinggi ada pada pukul 11.00 WIB pagi sampai pukul 13.00 WIB.

Penelitian ini dilakukan pada musim hujan di bulan Februari hingga Maret tahun 2006, dengan 80 partisipan yang berusia 60 tahun ke atas.

Hasil tersebut didapatkan dari pengukuran intensitas paparan sinar matahari dari pukul 07.00-16.00 WIB di sore hari, dengan menggunakan UV meter untuk mendapatkan MED (intensitas atau dosis sinar UV), yaitu sekitar 2 MED.

Waktu terbaik mendapat vitamin D

Sedangkan, peneliti juga melakukan sampel kembali dengan 74 wanita di antaranya yang memiliki tipe kulit-4 yaitu berwarna cokelat terang untuk melakukan berjemur badan di bawah sinar matahari pada pagi hari, yakni pada pukul 09.00 WIB. Hasilnya ternyata terdapat hanya sekitar 0,6 MED.

Dijelaskan Tan, jika manfaat yang ingin didapatkan dari paparan sinar matahari langsung ke kulit tubuh adalah vitamin D, maka waktu terbaik untuk mendapatkan manfaat sinar ultraviolet B adalah pukul 11.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB.

Hal itu sesuai dengan sejumlah penelitian yang ada, termasuk penelitian yang dikemukakan Prof Siti.

"Penelitian Prof Siti Setiati di Jakarta, (hasilnya) paling efektif untuk meningkatkan kadar vitamin D adalah antara jam 11.00-13.00 WIB. Tinggal pilih apakah tujuannya untuk berolahraga atau meningkatkan kadar vitamin D," jelas Tan.

Jika manfaat yang ingin diambil adalah untuk olahraga, maka memang sebaiknya dilakukan pada pagi hari pukul 09.00 WIB ke bawah, dan bisa dilakukan sekitar 30 hingga 60 menit.

Adapun, sebaliknya jika manfaat yang ingin dicari adalah meningkatkan kadar vitamin D, untuk imunitas, kata Tan, berjemur saja sekitar 15 menit antara pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

"Jadi sudah tidak pakai katanya-katanya lagi ya, ini data penelitian kita sendiri di Jakarta, pasti valid," ujar dia.

Penelitian lainnya, yaitu dilakukan pada tahun 2019 dan diikuti oleh 345 wanita hamil yang berasal dari Bandung Sukabumi, Waled dan Cimahi.

Peneliti Raden Tina Dewi Judistiani dan timnya, mempublikasikan hasil penelitian tersebut dalam BMC Pregnancy and Childbirth.

Hasilnya menunjukkan, paparan sinar matahari dengan intensitas UVB tertinggi adalah pukul 10.00 WIB sampai 13.00 WIB.

Kemudian paparan sinar matahari mulai merendah dari pukul 13.00 WIB sampai 15.00 WIB. Hingga, sangat rendah pada pagi hari yaitu pukul 06.00 WIB sampai 07.00 WIB dan sore hari pada pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB.

(Jun-tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved