Kampung Digital, Wadah Bagi Komunitas dan Anak Muda Kembangkan Skill di Dunia Digital
Workshop ini berada dalam program kelas berbagi yang sudah berjalan beberapa kali dengan materi mulai dari videografi, fotografi (SSEO), sinematik
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Berangkat dari keresahan terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya, Dedy bersama sejumlah temannya membangun Kampung Digital.
Tujuan Kampung Digital ini untuk menjadi wadah mengembangkan kemampuan di bidang digital.
"Jadi dulu itu kebetulan saya berdua dengan teman saya yang rumahnya berdekatan melihat di lingkungan rumah saya itu banyak sekali kasus kejahatan, yang paling jelas terlihat itu adalah anak-anak yang pakai narkoba karena tidak ada kegiatan untuk memanfaatkan waktunya," kata Dedy, Founder Kampung Digital kepada Tri bun Medan, Senin (6/4/2020).
Dedy menjelaskan, dirinya dan rekannya kemudian sepakat untuk membangun sebuah wadah yang dapat memotivasi anak-anak muda untuk mau mengembangkan bakatnya.
Karena kebetulan bidang digital adalah yang ditekuninya, terang Dedy, maka ia memfokuskan pengembangannya di dunia digital.
"Jadi kita bangun dengan konsep kampung digital, inginnya sih ini bisa jadi wadah untuk mereka yang punya ketertarikan di dunia digital dan memiliki kemauan untuk belajar," ujarnya.
Kampung Digital hingga kini aktif membuat workshop dengan bahasan seputar digital.
Workshop ini berada dalam program kelas berbagi yang sudah berjalan beberapa kali dengan materi mulai dari videografi, fotografi, Search Engine Optimizing (SEO), sinematik, hingga mengenai branding.
"Kita ada program namanya kelas berbagi, itu berupa kelas pelatihan dengan tema-tema tertentu yang berkaitan dengan dunia digital," ujarnya.
Dedy mengatakan bahwa kepekaan terhadap dunia digital menjadi hal yang sangat penting dewasa kini, dikarenakan perkembangan teknologi yang cukup melesat sehingga harus dikejar dengan menyeimbangkan skill dan pengetahuan.
"Sekarang apa-apa kan sudah online, jadi kita benar-benar dituntut untuk melek terhadap perkembangan teknologi. Jadi melalui kelas berbagi kita ajak teman-teman yang punya minat untuk belajar bersama tanpa dipungut biaya apapun," katanya.
Awalnya, ujar Dedy, Kampung Digital diharapkannya dapat menjadi wadah edukasi untuk para pelaku UMKM agar bisa menjual dagangannya melalui jalur digital atau dengan kata lain digitalisasi marketing.
Namun hingga kini yang masih bisa terealisasi adalah pelatihan bagi anak muda.
"Harapan awalnya sebenarnya untuk bantu pelaku UMKM, tapi untuk sekarang yang bisa terealisasi untuk anak muda. Untuk ke depan tetap kita usahakan," ujarnya.
Ia berharap Kampung Digital bisa menjadi wadah tidak hanya bagi perorangan tetapi juga untuk berbagai komunitas-komunitas yang bergerak di bidang digital untuk dapat sharing, berlatih, dan belajar bersama.
"Harapannya Kampung Digital ini bisa menjadi wadah yang menaungi baik perorangan ataupun komunitas untuk bisa belajar dan berkembang bersama, jadi dari berbagai kalangan dan lintas komunitas kita bisa berkumpul di sini," katanya.
Tunda Kegiatan Selama Pandemi
Selama pandemi Corona yang melanda hampir seluruh belahan dunia tak terkecuali Indonesia, Kampung Digital menunda terlebih dahulu kegiatan-kegiatan yang dilakukan.
"Sejauh ini kita masih lockdown, jadi untuk sementara kegiatan kita tiadakan terlebih dahulu," kata Dedy.
Tapi dalam waktu dekat, lelaki yang ahli di bidang digital ini akan membawakan satu di antara kelas online yang diadakan CoHub pada Kamis mendatang dengan judul Branding; What and How tanggal 9 April nanti.
Dedy mengatakan Kampung Digital sudah memiliki rencana untuk mengadakan kegiatan yang bersifat virtual, tetapi belum bisa dipastikan kapan waktunya.
"Untuk kegiatan virtual sudah ada rencana, sih. Tapi waktunya masih belum ditentukan," pungkasnya.(cr14/tri bunmedan. com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pandemi-covid-19-1.jpg)