Breaking News

TANPA RAPID TEST, Ribuan TKI 'Serbu' Sumut saat Corona Mewabah, Ini Penjelasan Gugus Tugas COVID-19

Akan dikategorikan sebagai pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP). Kalau tidak sakit itu Orang Tanpa Gejala (OTG).

Ho/Tri bun-Medan.com
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Provinsi Sumatera Utara, Aris Yudhariansyah 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) luar negeri telah berpulangan menuju wilayah Sumatera Utara.      

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut, Aris Yudhariansyah menyebutkan bahwa para TKI asal Sumut ini akan diawasi dan diminta melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing.

"Kita akan minta pemerintah kabupaten/kota untuk tetap melakuakn pemantauan terhadap TKI-TKI yang masuk. Melakukan screening di awal seperti SOP penganganan orang-orang yang baru pulang dari wilayah-wilayah terjangkit. Iya semua kita minta karantina mandiri di rumah masing-masing," tuturnya kepada Tri bun, Jumat (3/4/2020) lewat sambungan selular.

MUTASI Polda Sumut - Nama-nama Sejumlah Perwira Diganti dan Pejabat Baru Termasuk Kasatlantas

Aris juga membenarkan dari data 3.338 pasien ODP COVID-19 di Sumut, di antaranya merupakan TKI yang baru pulang ke Sumut.

"Ya kalau mereka sakit akan dikategorikan sebagai pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP). Kalau tidak sakit itu Orang Tanpa Gejala (OTG). Dari jumlah ODP hari ini, sebagian ada. Ada juga sebagian OTG," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini pihak Gugus Tugas Sumut belum ada rencana untuk mengkarantina khusus para TKI yang baru pulang tersebut.

Dan pihaknya lebih memilih untuk mengawasi secara lebih ketat jumlah TKI yang besar tersebut dari Sumut. 

"Belum ada informasi, belum ada informasi terkait hal itu. Kita sudah berkoordinasi terus dengan gugus tugas kabupaten/kota untuk masing-masing kota bisa memperhatikan itu. Kita siap saja, dengan meningkatkan kewaspadaan," terangnya.

Dianggap Penting, Pj Bupati Pakpak Bharat Minta Bentuk Relawan di Desa Antisipasi Virus Corona

Aris juga memastikan untuk para TKI yang baru pulang tersebut tidak dilakukan rapid test karena ada kriteria untuk warga yang akan dilakukan rapid test.

"Oh enggak ada, karena rapid test itukan ada kriterianya. Setelah menjadi PDP baru," jelasnya.

Sebelumnya, Gubsu Edy Rahmayadi menyebutkan akan ada 4646 TKI dari Malaysia yang akan masuk ke Sumut, bahkan pihaknya sudah menyiapkan alat untuk memeriksa virus Corona secara cepat, atau rapid tes untuk para TKI. 

Pemprov Sumut mengkonfirmasi Pasien Dalam Pemantauan (PDP) mengalami penurunan 4,5 persen menjadi 84 orang, Kamis (2/4/2020).

Sebelumnya pada Rabu (1/4/2020) jumlah pasien dalam pemantauan (PDP) berjumlah 88 pasien. 

"Selanjutnya pasien dalam pengawasan berdasarkan data yang masuk ke gugus tugas berjumlah 84 orang berbeda dengan jumlah hari kemarin yang berjumlah 88 orang. Dan mengalami penurunan 4,5 persen," tutur Aris. 

Aris menyebutkan bahwa pasien positif hari ini tidak ada bertambah yaitu berjumlah 30 orang. 

"Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengkonfirmasi data orang yang terpapar COVID-19 dengan rincian berjumlah 30 positif, dimana berdasarkan pemeriksaannya laboratorium 25 orang, sedangakn metode rapid test 5 orang. Kemudian dari 30 orang meninggal dunia 3 orang," tuturnya. 

Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) melonjak naik menjadi 3338 orang pada hari ini. 

"Orang dalam pemantauan saat ini berjumlah 3338 orang yang sebelumnya 2970 orang dimana mengalami peningkatan 11%," pungkasnya.

(vic/tri bunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved