Virus Corona

Beber Kasus Corona di China, Dokter dan Tiga Jurnalis Dikabarkan Hilang, DPR Amerika Bereaksi

Dokter Ai Fen menuturkan, dia menghadapi "teguran keras yang tak pernah terjadi sebelumnya" dari komisi disiplin Rumah Sakit Pusat Wuhan.

Editor: Tariden Turnip
scmp
Dokter Ai Fen 

China dianggap sukses mengendalian penyebaran Virus Corona SARS-Cov-2 yang hingga Kamis (2/4/2020) sudah menginfeksi 937.130 orang dan merenggut nyawa 47.267 orang.

Sayang prestasi China ini dibalut aksi keras para pengkritik sistem transparansi informasi yang dilaporkan ke media.

Bahkan hingga kini nasib orang yang berani mengkritik otoritas China masih misteri. 

Ai Fen, dokter di Wuhan, China, yang pertama kali mengungkap virus corona, dilaporkan menghilang dengan kekhawatiran dia ditahan.

Selain itu, tiga jurnalis China yang berusaha mengungkap dampak virus corona di Wuhan, hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Menurut laporan media Fang Bin, Chen Qiushi, dan Li Zehua hilang setelah mengambil video dan menerbitkannya secara online, termasuk gambar rumah sakit dan mayat-mayat yang ditumpuk dalam minibus.

Melansir kompas.com, Ai Fen, dokter di Wuhan menjadi perhatian dunia pada Maret, setelah mengutarakan apa yang dialaminya ketika pertama kali menyuarakan keberadaan patogen baru itu pada akhir Desember 2019.

Dokter Ai Fen menuturkan, dia menghadapi "teguran keras yang tak pernah terjadi sebelumnya" dari komisi disiplin Rumah Sakit Pusat Wuhan.

Sebabnya, pada 30 Desember 2019, dia mengunggah hasil diagnosis seorang pasien di WeChat dan memberikan keterangan "virus corona SARS".

Gambar itu segera menyebar, dan mendiang dokter Li Wenliang pun menyuarakan kekhawatirannya akan virus yang kini membunuh lebih dari 47.000 orang di dunia itu.

Li, yang meninggal karena wabah itu pada 7 Februari 2020, sempat diperingatkan otoritas setempat karena dianggap "menyebarkan informasi tidak benar".

Jurnalis Chen Qiushi dalam video yang diambil pada 4 Februari 2020. Dia melaporkan tentang wabah virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China.
Jurnalis Chen Qiushi dalam video yang diambil pada 4 Februari 2020. Dia melaporkan tentang wabah virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China. (Chen Quishi)

Dikabarkan 60 Minutes Australia, Dokter Ai tidak terlihat lagi setelah memberikan wawancara kepada People yang mengkritik manajemen rumah sakit dalam merespons temuannya.

Tak lama setelah wawancara itu tayang, yang kemudian dihapus, Ai mengunggah sebuah gambar disertai keterangan di akun Weibo-nya.

"Sebuah sungai, jalan, jembatan, dan jam yang berdentang," kata Ai di Weibo seperti dikutip RFA via Daily Mail, Rabu (1/4/2020).

Rumor dia menghilang terjadi setelah Pemerintah China dikritik karena dianggap menutupi situasi tentang pandemi yang terjadi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved