Pemerkosa Siswi di Deliserdang Diciduk
BABAK BARU Pengakuan Siswi SMK Digagahi 8 Siswa Teman Sekolah, Bongkar Otak Pelaku dan Video di HP
Berbekal pengakuan korban, pengusutan polisi membuahkan hasil. Satu per satu pelakunya ditangkap dan jadi tersangka.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Salomo Tarigan
Jika kasus itu diceritakan ke orang lain, maka para pelaku akan menyebar video-video dirinya.
Karena ancaman itulah, D tak berani buka suara.
Tak dinyana, keempat pelaku makin beringas.
• LOWONGAN KERJA PT Astra Honda Motor (AHM), Posisi dan Syarat untuk Lulusan SMA Sederajat dan S1
Pelaku mengajak tiga orang lagi teman sekolahnya untuk menggagahi D.
Ketujuh kakak kelas D itu pun kemudian memperkosa korban di sebuah rumah kosong pada Januari 2020.
Kepala sekolah geram
Kepala sekolah SMK swasta Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara yang mengetahui anak didiknya, jadi korban pemerkosaan ikut geram.
Apalagi aksi ini didalangi teman-teman sekolah korban. Mereka yang terlibat akan dikeluarkan dari sekolah
Begini reaksi Kepala Sekolah, Manambah Sitinjak.
" Kalau sudah terbukti nanti ya pasti akan kita keluarkan mereka nanti. Itukan namanya telah mencoreng nama sekolah,"ujar Manambah Kasitinjak Rabu, (1/4/2020).
Ia menyebut tau pertama kali ada siswi di sekolahnya yang diperkosa oleh kakak kelasnya Selasa, (1/4/2020) malam.
Disebut informasi pemerkosaan pertama ia dapatkan setelah membaca berita www.tri bun-medan.com.
Selama ini ia menyebut pihak sekolah memang sama sekali tidak pernah tau ada masalah sebesar itu.
" Yang pasti kita terkejut lah semuanya ada berita ini. Selanjutnya ya akan saya selidiki dan ikuti dulu lah perkembangan berita. Ya semoga polisi bisa mengungkap kasus ini dengan terang lah,"kata Manambah.
Informasi yang dikumpulkan tujuh orang kakak kelas yang tega memperkosa korban sudah ditangkap oleh pihak kepolisian.
Selain itu juga ada satu orang pelaku lain yang diduga terlibat dan disebut-sebut sebagai seorang scurity.
Terkait penangkapan ini Manambah pun belum ada mendapat informasi.
" Kita pasti kesal lah karena selama ini belum pernah ada kejadian seperti itu di sekolah kita. Kita pun ya selalunya mengarahkan anak-anak ini membimbing akhlak dan moral mereka. Itu yang kita sesalkan kenapa bisa ada kejadian seperti ini,"ucap Manambah.
Pada dasarnya, lanjut Manambah pihak sekolah sudah pernah mengarahkan agar korban pindah jurusan.
Hal ini sesuai permintaan dari pihak keluarga melalui kakak korban.
Saat ini korban disebut satu-satunya perempuan di kelas yang mengambil jurusan otomotif.
" Dulu ada dua siswi yang jurusan otomotif tapi yang satu langsung balik dan pindah ke jurusan TKJ (Tehnik Komputer Jaringan). Dia sudah kami arahkan juga pinta tapi ya cemana memang dianya yang enggak mau,"ucap Manambah.
Ia tidak habis pikir mengapa perbuatan pemerkosaan bisa dilakukan pelaku di dalam ruang praktik.
Diakui memang ruang praktik sekolahnya cukup besar.
Namun demikian ia menyebut tepat disamping ruang praktik itu ada kantin.
Terkait ini ia pun akan mencari informasi lain lagi.
(dra/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-korban-pemerkosaan-shutterstock-2.jpg)