Kabar Terkini Virus Corona Dunia - Amerika Kasus Terinfeksi Tertinggi, 9 Ribuan Meninggal di Italia
Jumlah kasus virus corona di seluruh dunia telah mencapai 593.656 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 27.215 orang.
Kabar Terkini Virus Corona Dunia - Amerika Kasus Terinfeksi Tertinggi, 9 Ribuan Meninggal di Italia
Sementara itu, jumlah kasus virus corona di seluruh dunia telah mencapai 593.656 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 27.215 orang.
Berikut daftar 10 negara dengan jumlah kasus terbesar Covid-19:
TRI BUN-MEDAN.com - Penyebaran virus corona terus meluas.
Hingga Sabtu (28/3/2020) pagi, ratusan negara mengonfirmasi terjangkit virus corona atau Covid-19.
Dilansir dari Worldometer, jumlah pasien yang sembuh tercatat sebanyak 132.526 orang.
Sementara itu, jumlah kasus virus corona di seluruh dunia telah mencapai 593.656 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 27.215 orang.
Berikut daftar 10 negara dengan jumlah kasus terbesar Covid-19:
Amerika Serikat, 102.396 kasus, 1.607 orang meninggal, total sembuh 2.471
Italia, 86.498 kasus, 9.134 orang meninggal, total sembuh 10.950
China, 81.340 kasus, 3.292 orang meninggal, total sembuh 74.588
Spanyol, 65.719 kasus, 5.138 orang meninggal, total sembuh 9,357
Jerman, 50.871 kasus, 351 orang meninggal, total sembuh 6.658
Perancis, 32.964 kasus, 1.995 orang meninggal, total sembuh 5.700
Iran, 32.332 kasus, 2.378 orang meninggal, total sembuh 11.133
Inggris, 14.543 kasus, 759 orang meninggal, total sembuh 135
Swiss, 12.928 kasus 231 orang meninggal, total sembuh
1,530 Korea Selatan, 9.332 kasus, 139 orang meninggal, total sembuh 4,528
Pasien positif di Indonesia capai 1.000 lebih
Berdasarkan data per Jumat (27/3/2020) siang, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif di Indonesia yakni sebanyak 1.046 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 orang telah dinyatakan sembuh.
Sedangkan jumlah pasien yang meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19 ada sebanyak 87 pasien.
Selain itu, penyebaran virus corona di Indonesia telah ada di 28 dari 34 provinsi di Indonesia.
Perancis perpanjang waktu lockdown
Pemerintah Perancis mengumumkan akan memperpanjang kebijakan lockdown hingga 15 April mendatang.
Hal itu menyusul laporan jumlah kasus kematian akibat virus corona di negara tersebut mengalami lonjakan.
Selain itu, saat ini rumah sakit di Perancis mengalami kewalahan akibat banyaknya pasien virus corona.
Italia catatkan 919 kematian baru
Korban meninggal akibat virus corona di Italia kini mencapai 9.134, setelah pemerintah setempat mengonfirmasi 919 kematian baru.
Jumlah kematian baru yang diumumkan pada Jumat (27/3/2020) tersebut sekaligus menjadikan angka kematian tertinggi dalam sehari di Italia Angka mortalitas tertinggi sebelumnya yang diumumkan oleh Roma adalah 793, dan tercatat pada Sabtu pekan lalu (21/3/2020).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Update Corona di Dunia 28 Maret: 593.656 Kasus, 132.526 Sembuh, 27.215 Meninggal".
Ada risiko baru 130 juta penduduk Indonesia berisiko kena virus corona sebelum masa mudik Lebaran 2020. Mengapa?
Seorang ahli menuturkan, hal itu tak akan terjadi atau bisa dicegah dengan dua langkah, yakni seruan physical distancing (menjaga jarak fisik) dan lockdown diterapkan.
Mengapa? Simak alasannya berikut ini ...
Hadi Susanto, Ahli matematika terapan sebut 130 juta penduduk Indonesia bisa terinfeksi virus corona sebelum Idul Fitri / Lebaran jika tak lakukan himbauan physical distancing & pemerintah tak terapkan lockdown.
Jumlah terinfeksi virus corona di Indonesia hingga kini telah mencapai angka 1046 orang, dengan jumlah kasus meninggal 87 jiwa.
Berbagi kabar tentang virus corona di Indonesia menyebutkan bahwa negara ini masih kesulitan menangani virus corona.
Namun beruntung bagi Indonesia banyak negara yang mau membantu dengan berbagai bantuan medis seperti APD dan Test Kit dari China dan Korea Selatan.
Dilansir dari Kompas.id pada (27/3/2020), prediksi dan sejumlah model matematis pun menunjukkan peluang meledaknya pandemi Covid-19 di Indonesia.
Bahkan virus corona di Indonesia bisa tak terkendali jika langkah strategis dan drastis tidak segera diambil pemerintah untuk memperlambat penyebaran virus corona.
Berdasarkan model yang dijalankan pakar matematika terapan University of Essex Inggris dan Khalifa University of Science and Technology Uni Arab Emirat, Hadi Susanto, penyebaran Covid-19 sungguh masif sehingga diperkirakan 50 persen total populasi Indonesia sudah akan terinfeksi wabah Covid-19 sebelum Idul Fitri pada pertengahan Mei 2020.
Dalam kalkulasinya, Hadi menggunakan model matematis susceptible, exposed, infectious, recovered (SEIR) dan angka tingkat reproduksi atau R0 dari Covid-19 sebesar 3.
Angka reproduksi atau tingkat penularan wabah disebut sebagai angka R0.
Apabila R0 dari sebuah penyakit adalah 3, berarti 1 orang yang terinfeksi dapat menularkan ke 3 orang sehat.
R0 dari Covid-19 dipercaya oleh berbagai peneliti memiliki besaran 2-3.
Artinya, satu orang positif Covid-19 dapat menularkan kepada 2-3 orang lainnya.
”Saat ini, kerumunan sudah mulai berkurang, tetapi saya lihat belum signifikan sehingga perhitungan saya masih saya pegang bahwa 50 persen populasi Indonesia berpeluang besar terinfeksi Covid-19 sebelum Idul Fitri,” ujar Hadi dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, kepada Kompas, Jumat (27/3/2020).
Prediksi Hadi tersebut dapat terjadi dengan dua butir asumsi.
Pertama, masyarakat tidak mengubah perilakunya untuk segera melakukan pembatasan fisik (physical distancing).
Kedua, tidak ada pembatasan akses wilayah atau lockdown yang belum diterapkan pemerintah.
”Dengan asumsi itu, puncak (penyebaran Covid-19) terjadi di sekitar awal Ramadhan,” kata Hadi.
Bulan puasa Ramadhan diperkirakan akan berlangsung mulai 23 April hingga 23 Mei 2020.
Bahkan, menurut Hadi, jika wilayah Jakarta yang kini menjadi episentrum pandemi tetap bisa dimasuki secara bebas, sangat mungkin jumlah orang yang terinfeksi mencapai 80 persen.
Untuk itu, menurut Hadi, akses keluar-masuk kota perlu mendapat perhatian lebih.
Apabila akses dibatasi atau dengan cara karantina wilayah, transmisi virus corona antarwilayah di Indonesia akan lebih terminimalisasi.
Ini perlu dilakukan agar tidak menambah jumlah populasi yang berpeluang terinfeksi.
”Idealnya seperti itu,” ujar Hadi.
Tidak bisa disamakan seperti di Korea atau China
Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif, mengatakan, kondisi Indonesia saat ini terlalu kompleks untuk hanya berdiskusi pilihan antara karantina wilayah atau tidak.
Dengan jumlah populasi dan wilayah geografis yang jauh lebih besar, Indonesia tidak bisa serta-merta mengambil model kebijakan yang dilakukan oleh Korea Selatan.
Korea Selatan dikenal sebagai negara yang berhasil mengatasi wabah Covid-19 tanpa memberlakukan karantina wilayah atau lockdown.
Opsi lockdown juga tidak bisa serta-merta mengadopsi yang dilakukan di Wuhan, China.
Syahrizal mengatakan, Indonesia tidak memiliki sumber daya dan kemampuan untuk mengerahkan ribuan tenaga medis khusus untuk wilayah yang dikarantina seperti yang dilakukan Pemerintah China.
Pada awal Februari lalu, Pemerintah China menurunkan 1.400 dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya ke Wuhan.
Seharusnya, menurut Syahrizal, Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bisa merancang kebijakan yang unik, yang sesuai dengan karakteristik Indonesia.
”Pendekatannya itu tidak bisa sama dengan Korsel misalnya. Harus unik dan sesuai dengan kondisi kita,” kata Syahrizal.
#Kabar Terkini Virus Corona Dunia - Amerika Kasus Terinfeksi Tertinggi, 9 Ribuan Meninggal di Italia
Sebagian artikel ini telah tayang di Bebas.kompas.id oleh Sario PangarsoWisanggeni dengan judul "Tanpa Tindakan Drastis, Separuh Penduduk Indonesia Berpotensi Terinfeksi Covid-19 Sebelum Lebaran"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/30-pasien-covid-19-tidak-menunjukkan-gejala-awal.jpg)