Hadapi Virus Corona, Pemprov Sumut Siapkan 700 Tenaga Medis dan 1.000 Bed di Ruang Isolasi

Menghadapi penyebaran Covid-19, Pemprov Sumut telah mempersiapkan 700 tenaga medis dan 1.000 bed di ruangan isolasi yang tersebar di beberapa wilayah.

Tayang:
Tribun Medan / Victory
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumut, DR. Aris Yudhariansyah 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Menghadapi penyebaran Covid-19, Pemprov Sumut telah mempersiapkan 700 tenaga medis dan 1.000 bed di ruangan isolasi yang tersebar di beberapa wilayah.

Ruang isolasi itu tersebar di 11 rumah sakit rujukan di Sumut.

Sumatera Utara dengan target kita 1000 tempat tidur saat," tutur Juru Bicara

"Provinsi Sumatera Utara telah menyiapkan dokter dan para tenaga kesehatan yang jumlahnya lebih dari 700 orang yang nanti akan kita tempatkan di 11 rumah sakit," tutur Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumut, DR Aris Yudhariansyah saat konfrensi pers, Jumat (27/3/2020) di Gedung Pemprov Sumut, Medan.

Sebelas rumah sakit ini akan menerima rujukan pasien Covid-19 dari rumah sakit-rumah sakit di seluruh kabupaten/kota di sumut.

Adapun rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Sumut, antara lain RS Dokter GL Tobing, RS Martha Friska 1 dan 2, RS Haji Medan, dan RS Sari Mutiara.

“Seandainya kita menemukan jumlah lebih banyak, kita siapkan Asrama Haji Medan, lalu ada Gedung PPSDM Pemprov Sumut, juga Wisma Atlet, BP PAUD Dikmas Sumut, lalu ada SPN Sampali dan yang terakhir ada Rumah Sakit Siti Hajar Medan," jelasnya.

Aris juga menyebutkan bahwa saat ini Gugus Tugas telah menerima 2.115 Alat Pelindung Diri (APD) untuk segera disebarkan di seluruh daerah.

"APD ini akan kita distribusikan ke rumah sakit yang ada di Sumatera Utara, termasuk rumah sakit yang merawat PDP," jelasnya.

Data per Jumat (27/3/2020) di Sumut

Berdasarkan data terbaru Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut per hari ini, Jumat (27/3/2020), jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 berkurang 2,8 persen menjadi 2.995 orang.

Sebelumnya, Kamis (26/3/2020) angka ODP di Sumut mencapai 3.080 orang.

"Selanjutnya yang membahagiakan kita pada hari ini adalah jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang kemarin itu berjumlah 3080 orang hari ini menurun menjadi 2. 995 orang. Jadi angka ini sudah menurun lebih kurang 2,8%," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumut, DR Aris Yudhariansyah di Gedung Pemprov Sumut, Medan, Jumat.

Ia menyebutkan bahwa angka ini sebagai kemajuan karena orang-orang yang menjalankan karantina pribadi telah menyelesaikan masa waktunya.

"Hal ini merupakan suatu kemajuan karena orang dalam pemantauan ini berkurang jumlahnya sesuai dengan masa karantina dan isolasi yang telah dilakukan oleh kabupaten/kota," tambahnya.

Selain itu, Aris mengatakan bahwa pasien positif terinfeksi virus Corona di Sumut tetap 9 orang. Angka ini sama seperti hari sebelumnya yaitu 9 orang, di mana di antaranya sudah meninggal.

"Pasien yang positif hari ini 9 orang. Jumlah ini masih tetap dengan hari yang kemarin. Karena hingga hari ini kami masih terus menunggu data hasil pemeriksaan laboratorium dari balitbangkes Kemenkes RI di Jakarta," tuturnya.

Sementara, Aris menyebutkan penambahan terjadi pada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yaitu berjumlah 76 orang.

"Pasien dalam pengawasan yang kemarin itu berjumlah 71 orang saat ini berjumlah 76 orang ada kenaikan lebih kurang 6,5% yang tersebar di Kota Medan, Kota Tanjungbalai dan kabupaten Serdang Bedagai," jelasnya.

Untuk data pasien yang Covid-19 yang negatif dan telah dipulangkan berjumlah 3 orang. Sementara yang negatif tapi masih dalam perawatan berjumlah 6 pasien.

PDP Corona RSUD Deliserdang Meninggal

Sementara itu, satu orang warga Kabupaten Deliserdang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal dunia di RSUD Deliserdang, Jumat (27/3/2020) sore sekira pukul 16.00 WIB.

PDP meninggal setelah dua hari mendapat perawatan di rumah sakit milik Pemkab Deliserdang.

Direktur RSUD Deliserdang, dr Hanif Fahri SpKJ menjelaskan, PDP tersebut adalah warga Kecamatan Tanjung Morawa. Selama ini dia menjadi pasien dokter spesialis paru-paru.

"Dia katanya sempat menjemput anaknya di bandara yang baru pulang dari Batam. Mungkin bersinggungan dari anaknya. Di rumah sakit hari kedua lah ini dia dirawat," kata Hanif Fahri.

Selama dalam perawatan, pria berusia 54 tahun itu diketahui mengalami sesak.

Setelah dilakukan foto atau rongsen dokter menyimpulkan hasilnya sama dengan kasus Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Covid-19, Darwin Zein mengatakan, proses pemakaman jenazah sudah dilakukan sesuai protokol yang ditetapkan.

"Jenazahnya sedang proses pemakaman. Hari ini juga dimakamkan," kata Darwin Zein yang juga sebagai Sekda Deliserdang.

PDP Covid-19 meninggal di RSUD Deliserdang ini menjadi kasus ketiga di Sumatera Utara.

Sebelumnya, seorang PDP Covid-19 yang dirawat di RSUP Adam Malik meninggal pada 17 Maret. Sehari setelah meninggal, sosok yang berptofesi sebagai dokter tersebut, dinyatakan positif Covid-19.

Kasus kedua, PDP Corona meninggal di RSUP Adam Malik pada Senin (23/3/2020).

Ketiga, Asisten Pemerintahan Pemko Medan, Musaddad Nasution meninggal dunia di RSUP Adam Malik Medan, pada Rabu (25/3/2020) sekitar pukul 17.00 WIB. Musaddad Nasution meninggal dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

(vic/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved