Viral Vladimir Putin Lepaskan 800 Ekor Singa dan Harimau Guna Cegah Orang Keluar Rumah, Ini Faktanya

Banyak unggahan di media sosial mengklaim Presiden Rusia, Vladimir Putin melepas 800 singa dan harimau di seluruh Rusia untuk menghentikan orang kelua

Viral Vladimir Putin Lepaskan 800 Ekor Singa dan Harimau Guna Cegah Orang Keluar Rumah, Ini Faktanya

TRIBUN-MEDAN.com - Melansir Latesly, belum lama ini banyak unggahan di media sosial mengklaim Presiden Rusia, Vladimir Putin melepas 800 singa dan harimau di seluruh Rusia untuk menghentikan orang keluar rumah.

Foto tersebut beredar di Facebook Twitter, Whatsapp, dan platfrom lainnya.

Seorang pengguna Twitter bernama Nasir Chinioti membuat unggahan soal kabar tersebut.

 

Ia memajang foto kolase Vladimir Putin dan seekor singa yang tengah berjalan di tengah kota.

"Vladimir Putin memberi Rusia dua pilihan.

Anda tinggal di rumah selama dua minggu atau masuk penjara selama lima tahun.

Tidak ada jalan tengah. Rusia, Vladimir Putin telah menjatuhkan 800 harimau dan singa di seluruh negara untuk mendorong orang agar tetap di rumah," papar tulisan tersebut.

"Tetap aman semuanya," ucap pengguna Twitter tersebut.

Namun unggahan viral itu ternyata hoaks.

Tim pemeriksa fakta dari Latesly menemukan bahwa gambar singa yang berada di jalanan viral pada 2016 lalu.

Unggahan tersebut juga sempat diberitakan oleh Daily Mail.

Gambar yang menunjukkan singa tersebut berkeliaran sudah beredar tahun 2016 di Afrika Selatan.

Cara Efektif Vietnam Atasi Corona

Vietnam menjadi negara di Asia yang menunjukkan kemajuan positif dalam perang melawan virus corona.

Banyak pasien positif Covid-19 di Vietnam yang telah berhasil disembuhkan.

Selain itu, dalam 15 hari terakhir tidak ada pasien yang dinyatakan terjangkit virus corona lagi.

Lalu langkah apa saja yang dilakukan pemerintah Vietnam hingga bisa efektif menekan laju penyebaran virus corona?

Sembuhnya pasien secara menyeluruh di Vietnam lantaran beberapa hal sederhana yang dilakukan.

Pemerintah Vietnam melakukan pengaktifan sistem respons mereka dengan mengintensifkan pengawasan, menggalakkan pengujian laboratorium.

Kemudian, memastikan juga tidak ada infeksidi fasilitas kesehatan, menyegel informasi yang bersifat negatif atau hoaks, dan juga berkolaborasi dengan berbagai sektor.

Para lansia Hong Kong dalam antrian untuk mendapatkan masker di Tai Wai, Hong Kong di tengah wabah virus corona.
Para lansia Hong Kong dalam antrian untuk mendapatkan masker di Tai Wai, Hong Kong di tengah wabah virus corona. (tangkap layar foto Felix Wong via SCMP)

Melansir dari Al Jazeera, wakil menteri kesehatan Vietnam Nguyen Thanh Long mengutarakan, belum ada vaksin yang ampuh untuk menyembuhkan virus corona tersebut.

Hal tersebut menyebabkan tenaga medis Vietnam pada saat itu hanya mengandalkan prinsip dasar, pekerja medis harus mengikuti sejumlah protokol untuk menilai tingkat keparahan dari infeksi.

Pertama, dokter di Vietnam senantiasa merawat orang yang menunjukan gejala COVID-19.

Kedua, pasien yang positif terinfeksi virus corona akan mendapat level perawatan yang tinggi di mana harus melakukan diet.

Ketiga, tim medis juga memperhatikan tingkat penyerapan oksigen dalam darah pasien yang sedang ditangani.

Tak hanya fokus pada tim medis saja, pemerintah Vietnam sama seperti Indonesia yang melakukan pemberhentian sementara kegiatan belajar di sekolah guna mencegah penyebaran virus corona semakin luas.

pasien virus corona
pasien virus corona (SCMP/Xinhua)

Vietnam Ciptakan Bilik Disinfeksi "Portable" untuk Basmi Virus Corona

Vietnam berinovasi dalam upayanya melawan virus corona. Terbaru, Vietnam membuat bilik disinfeksi portable.

Bilik yang menyemprotkan air elektrolit ini didesain dan diproduksi oleh Institut Nasional Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vietnam, yang bekerja sama dengan Vietnam Academy of Science and Technology (VAST).

Institut Nasional Kesehatan Kerja dan Lingkungan yang merupakan Kementerian Kesehatan Vietnam, mengatakan bilik ini telah dipasang dan bisa digunakan di area padat penduduk.

Gunanya untuk membatasi penyebaran patogen berbahaya, terutama dalam wabah virus corona yang telah menjadi pandemi global.

Hanya butuh waktu 15-20 detik untuk membersihkan diri di bilik ini, dan satu bilik bisa digunakan sampai 1.000 orang per hari.

Bilik disinfeksi ini juga dirancang portable dengan ukuran lebar 1 meter dan tinggi 2 meter, jadi mudah dilepas dan diangkut untuk dipindah tempat.

Inovasi yang dilakukan Vietnam ini sempat viral fotonya di media sosial, dalam gambar yang diunggah akun Twitter @LunaOi_VN pada JUmat (13/3/2020).

Menurut Direktur VAST, Doan Ngoc Hai, sistem ini dirancang berdasarkan prinsip penggunaan larutan garam terisolasi (anolyte) dalam bentuk kabut yang menyemprotkan ke seluruh tubuh sebagai disinfektan.

VAST memastikan disinfektan ini aman untuk kulit sensitif.

Dalam percobaan awal, Institut Nasional Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vietnam melakukan tes mikrobiologis pada manusia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen bakteri dan virus di permukaan tubuh, pakaian, sepenuhnya dibasmi setelah dilakukan disinfeksi.

Kemudian untuk virus corona, bilik ini diklaim dapat menghilangkan 99,99 persen virus SARS-CoV-2 yang berukuran 1/900 rambut manusia.

Selain penularan antarmanusia, virus itu biasanya menempel di permukaan pakaian, tas, sepatu, dan benda-benda lainnya.

Bilik disinfeksi di Vietnam yang diciptakan oleh Institut Nasional Kesehatan Kerja dan Lingkungan bersama Universitas Sains dan Teknologi Hanoi.(Twitter @LunaOi_VN)
Bilik disinfeksi di Vietnam yang diciptakan oleh Institut Nasional Kesehatan Kerja dan Lingkungan bersama Universitas Sains dan Teknologi Hanoi.(Twitter @LunaOi_VN) ()

Kemudian dilansir dari VN Express, sistem disinfektan ini terdiri dari dua bilik.

Satu bilik menyemprotkan air elektrolit dalam bentuk tetesan, sedangkan bilik lainnya mengarahkan panas dan ozon ke tubuh pengguna bilik.

Air dialirkan dengan pipa biasa yang sudah dicampur dengan natrium klorida terlarut.

Larutan ini diklaim dapat membersihkan sistem pernapasan.

Komponen utama dari bilik ini adalah semprotan yang bisa berputar 360 derajat dan sensor inframerah, yang secara otomatis mengaktifkan penyemprotan ketika seseorang masuk. (*)

#Viral Vladimir Putin Lepaskan 800 Ekor Singa dan Harimau Guna Cegah Orang Keluar Rumah, Ini Faktanya

Sebagian artikel ini telah tayang sebelumnya di Tribunnews dengan judul 'HOAKS: Viral di Media Sosial Vladimir Putin Lepas 800 Singa untuk Cegah Orang Keluar Rumah'

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved