Dijadikan Ketua Komisi B, Gunung Siagian Keberatan, Ingin Anggota DPRD Deliserdang Berdamai
Pasca digelarnya paripurna tandingan oleh Fraksi Gerindra dan Demokrat di DPRD Deliserdang membuat konflik di DPRD Deliserdang semakin memanas.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pasca digelarnya paripurna tandingan oleh Fraksi Gerindra dan Demokrat di DPRD Deliserdang membuat konflik di DPRD Deliserdang semakin memanas.
Meski Sekretariat DPRD Deliserdang tidak mau terlibat, namun pelaksanaannya mendapat dukungan dari Ketua DPRD Deliserdang, Zakky Shahri.
Untuk hasilnya kini terjadi dualisme kepemimpinan di komisi-komisi.
Ketua Komisi hasil kesepakatan tujuh fraksi dengan hasil kesepakatan dua fraksi berbeda-beda orangnya.
Informasi yang dikumpulkan untuk Komisi B versi tujuh fraksi Ketua Komisi A, Imran Obos, Ketua Komisi B Antonius Ginting, Ketua Komisi C Agustiawan dan Ketua Komisi D dr Thomas Darwin Sembiring.
Sementara itu pasca dilakukannya paripurna tandingan versi 2 fraksi memutuskan Ketua Komisi A Bongotan Siburian, Ketua Komisi Gunung Siagian, Ketua Komisi C Gambo Tarigan dan Ketua Komisi D Dedi Syahputra.
Saat dikonfirmasi Gunung Siagian sempat memberikan klarifikasi atas ditetapkannya dirinya menjadi Ketua Komisi B oleh versi dua fraksi. Secara pribadi ia mengaku cukup keberatan namanya ditetapkan menjadi Ketua Komisi B.
Hal ini lantaran oleh versi tuuh fraksi dirinya telah ditetapkan duluan menjadi Wakil Ketua Komisi B sebab pada saat ini dirinya masih bergabung dengan Fraksi Gabungan Persatuan Pembangunan Indonesia (F-PPI).
• Fraksi Gabungan PPI Sebut Sidang Paripurna yang Digelar Dua Fraksi DPRD Deliserdang Abal-abal
" Aku enggak tau kenapa bisa (jadi Ketua Komisi B). Saya juga dapat kabar dari Misnan (Ketua Fraksi PPI). Bersumpah aku sudahan, aku pun enggak mau jadi Ketua. Ya keberatan juga lah, enggak ada permisi," ujar Gunung Minggu, (20/3/2020).
Atas pernyataannya itu, Ketua Fraksi PPI merencanakan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.
Menyikapi hal itu Gunung yang merupakan politisi Perindo ini pun berpendapat tidak mestilah kasus itu dibawa sampai ke ranah hukum.
Ia hanya berharap agar seluruh anggota DPRD Deliserdang bisa berdamai.
" Ngapainlah sampai ke sana (dilaporkan). Memalukan juga itu. Damai-damai ajalah," kata Gunung.
Saat ditanyai posisinya sekarang di mana, Gunung mengaku tidak merinci apakah dirinya mau ikut kubu tujuh fraksi atau xua fraksi. Ia punya misi ingin menyatukan dan mendamaikan fraksi-fraksi.
Ia mengaku siap menerima risiko kalau ada yang menganggapnya mata-mata atau pasang dua kaki.
"Tugas ku kayak poros tengah. Saya bukan mau cari posisi (pimpinan) tapi mau mendamaikan. Enggak masalah kalau ada yang anggap begitu (mata-mata). Siapa lagi yang mau mendamaikan, kita pun harus siap menerima omongan-omongan. Resiko lah, yang penting bisa kemudian hari akur nanti ini. Enggak penting sama aku posisi posisi, terima sajalah (mau dibilang pasang dua kaki). Udah berapa bulan seperti ini terus kondisinya,"kata Gunung.
Sementara itu Ketua Fraksi PPI, Misnan Al Jawi mengaku cukup kecewa karena paripurna yang digelar oleh 14 dewan dan dipimpin oleh Ketua DPRD, Zakky Shahri menyaplok dua anggota fraksinya.
Selain Gunung Siagian juga turut dicaplok Muhammad Adami. Pencaplokan nama ini disebut tidak seizin oleh orang yang bersangkutan.
"Saya sebagai Ketua Fraksi PPI sangat keberatan karena ada dua yang dicaplok tanpa kordinasi. Kita akan laporkan Zakky karena dia sudah melanggar pasal 226 KUHP tentang pemalsuan data autentik. Karena setiap menyampaikan nama orang diparipurna itu harus ada surat keterangan yang bersangkutan, harus izin. Jangan asal caplok saja. Inikan paripurna aksesnya kan untuk umum jadi enggak bisa sembarangan. Besok akan kita rapatkan setelah kordinasi sama pengacara akan kita somasi kita laporkan dia. Karena dia menyampaikan berita pembohongan," kata Misnan. (dra/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dprd-deli.jpg)