Jawaban Anies Baswedan, Terjadi Perbedaan Data Covid-19 DKI Jakarta dengan Pemerintah Pusat

Anies Baswedan menyatakan, pihaknya mengedepankan tiga prinsip dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait wabah virus corona (Covid-19) di

Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Penyemprotan kapal pandu dengan disinfektan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk mencegah penyebaran virus corona. Jumlah pasien positif virus corona terus bertabmah di Jakarta. Jumlah tersebut bisa berbeda dengan data pemerintah pusat lantaran Pemprov DKI mempunyai tiga prinsip terkait pemberitaan virus corona tersebut. 

TRI BUN-MEDAN.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, pihaknya mengedepankan tiga prinsip dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait wabah virus corona (Covid-19) di wilayahnya.

Hal ini dikatakan Anies untuk menyikapi adanya perbedaan data pasien positif maupun meninggal dunia akibat wabah corona dengan pemerintah pusat di wilayah DKI Jakarta.

“Kami dari Jakarta sejak awal menerapkan tiga prinsip, yaitu transparansi, urgency (mendesak) karena sadar bahwa ini harus langkah sigap-cepat, ketiga adalah faktual,” kata Anies di Balai Kota DKI Jumat (20/3/2020) malam.

Menurut Anies, pesan yang disampaikan DKI Jakarta kepada masyarkat berdasarkan fakta yang ada.

Bahkan pendataan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta itu kemudian diteruskan kepada Kementerian Kesehatan RI.

“Kami sampaikan apa adanya dan apa yang kami sampaikan adalah juga yang diteruskan oleh laporan resmi dari Dinkes kepada Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Data berbeda

Hingga Jumat (20/3/2020) pukul 17.00, Pemprov DKI Jakarta mencatat ada 224 orang yang positif terinfeksi corona, 13 orang dinyatakan sembuh dan 20 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara berdasarkan pendataan pemerintah pusat, jumlah sampai Jumat (20/3/2020) pukul 16.02, ada 215 orang positif corona, 14 dinyatakan sembuh dan 18 orang dinyatakan meninggal dunia.

25 Petugas medis positif virus corona

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengonfirmasi adanya 25 petugas medisnya yang positif terinfeksi virus corona (Covid-19) akibat menangani pasien.

Bahkan, satu di antaranya meninggal dunia dan telah dimakamkan.

“Tenaga medis bekerja siang-malam dan saat ini sudah ada yang terpapar 25 tenaga medis di Jakarta yang terkonfirmasi positif covid, satu di antaranya meninggal dunia dan sudah dimakamkan,” kata Anies di Balai Kota DKI pada Jumat (20/3/2020) malam.

Cegah Virus Corona, TNI-Polri Kompak Lakukan Sosialisasi Gunakan Toa Keliling Danau Toba

Mengejutkan, Penemuan Mayat Wanita di Perairan Batu Gantung Danau Toba, Basarnas Evakuasi

Menurut Anies, pekerjaan mereka sangat berisiko terhadap penularan penyakit karena berada di barisan paling depan menangani pasien.

Namun, Anies tidak menjelaskan lebih lanjut terkait 25 petugas kesehatan tersebut.

Sumber: Warta kota
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved