News Video
Warga Medan Tuntungan Panik, Camat Topan Ginting Minta Pemko Medan Lakukan Penyemprotan Disinfektan
Camat Medan Tuntungan Topan Ginting mengaku saat ini warganya panik pasca-dokter RSUP Adam Malik positif Corona dan meninggal dunia pada 17 Maret 2020
Warga Medan Tuntungan Panik, Camat Topan Ginting Minta Pemko Medan Lakukan Penyemprotan Disinfektan
TRI BUN-MEDAN.COM - Camat Medan Tuntungan Topan Ginting mengaku saat ini warganya panik pasca-dokter RSUP Adam Malik positif Corona dan meninggal dunia pada 17 Maret 2020.
Hal ini disampaikan Topan Ginting dalam rapat di Balai Kota Medan yang dipimpin Sekda Kota Medan Wirya Alrahman.
Ia lantas meminta Pemko Medan agar wilayahnya segera dilakukan penyemprotan cairan disinfektan.
"Pasien positif yang meninggal masuk ke rumah sakit tanggal 14 Maret 2020, berarti ada waktu dari tanggal 1 sampai 14 berinteraksi di wilayah rumah sakit, dan perawat itu kosnya di sekitaran RSUP Adam Malik, memang mereka sudah melakukan isolasi diri, namun menurut penuturan warga mereka sering beli nasi ditempat jualan warga, efek psikologis warga ini juga perlu diperhatikan," katanya Topan Ginting dalam Rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di Kantor Wali Kota Medan, Kamis (19/3/2020).
• Tekan Penyebaran COVID 19, Satpol PP Lakukan Razia Anak Sekolah di Plaza Medan Fair
• Camat Tuntungan Protes, RSUP Adam Malik Pulangkan ODP Sakit yang Bersama Positif Corona di Yerusalem
Ia juga mengatakan warga sekitar mulai cemas terhadap hal tersebut.
Ia berharap pihak puskesmas ataupun pihak Dinas Kesehatan dapat melakukan sosialisasi ataupun penyemprotan disinfektan guna menjawab kecemasan masyarakat.
"Saya mohon ada SOP untuk pencegahan, dan apabila terindikasi warga sekitar apa yang harus dilakukan setelahnya. Warga sekitar cemas karena ini, apalagi kantor kecamatan kami hanya berjarak sekitar 800 meter dari rumah sakit. Kalau bisa kantor kelurahan yang ada di sekitar situ disemprot juga," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Sekda Wirya Alrahman mengatakan akan mempertimbangkan hal tersebut agar masyarakat tidak cemas.
Ada 2 Pasien ODP
Rapat di Pemko Medan membahas antisipasi penyebaran Corona sempat memanas, Kamis (19/3/2020).
Kejadian berawal saat Camat Medan Tuntungan Topan Ginting menyampaikan kalau saat ini ada 2 ODP (orang dalam pantauan) Corona di wilayahnya.
Satu ODP adalah orang yang bersama pasien positif Corona (meninggal dunia pada 17 Maret 2020) berangkat ke Yerusalem.
"Begini Pak, ada dua kasus ditempat kami yang ODP, keduanya tak mau keluar dari rumah, Pak," ucap Topan Ginting ke pimpinan rapat Sekda Wirya Alrahman.
"Tidak tahu sekarang mereka sekarat atau enggak. Satu dari Thailand, satu dari Yerusalem," tambahnya.