Wakil Gubernur Obrak-abrik Pelantikan Pejabat Eselon-II, Nyaris Adu Jotos dengan Gubernur
Acara pelantikan pejabat eselon-II, Pemerintah Maluku Utara berlangsung ricuh. Pasalnya, Wakil Gubernur Maluku Utara, Al Yasin Ali mengamuk.
Wakil Gubernur Obrak-abrik Pelantikan Pejabat Eselon-II, Nyaris Adu Jotos dengan Gubernur
Acara pelantikan pejabat eselon-II, Pemerintah Maluku Utara berlangsung ricuh. Pasalnya, Wakil Gubernur Maluku Utara, Al Yasin Ali mengamuk di acara pelantikan itu. Sebab, kandidat kepala dinas usulanya ditolak.
TRIBUN-MEDAN.com - Acara pelantikan pejabat eselon-II, Pemerintah Maluku Utara berlangsung ricuh. Pasalnya, Wakil Gubernur Maluku Utara, Al Yasin Ali mengamuk di acara pelantikan itu. Sebab, kandidat kepala dinas usulanya ditolak.
Al Yasin mengamuk ketika Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba sedang memberikan kata sambutan di acara pelantikan pejabat eselon II di lantai 2 kediaman gubernur di Kota Ternate, Senin (16/3/2020).
• Seorang Pria Ditembak Mati, Mengamuk Kemudian Serang Polisi Pakai Badik di Mapolres
• Seorang Pria Mengamuk Serang Polisi, Akhirnya Tewas Bersimbah Darah di Kantor Polres
Alhasil, suasana yang tadinya tenang, tiba-tiba menjadi ramai dan membuat semua orang yang ada di acara pelantikan itu tertuju kepada kedua pejabat tersebut.
Bukan tanpa alasan Al Yasin mengamuk kepada gubernur, lalu apa penyebab membuat Al Yasin mengamuk di acara pelantikan itu?
Saat ditemui dikediamannya, Wagub Al Yasin menceritakan alasan dirinya marah pada saat gubernur melantik 11 pejabat eselon II itu.
Ia mengaku, kesal karena awalnya pelantikan dilakukan di Kantor Gubernur, Sofifi. Namun, tiba-tiba, pelantikan dipindahkan ke Kota Ternate.
Bukan hanya itu saja, ternyata gubernur tak mengabulkan usul kandidat yang diajukannya untuk salah satu posisi dari 12 pejabat eselon II yang akan dilantik.
Al Yasin pun menduga, pemindahan itu disebabkan karena usulannya terkait salah satu kandidatnya, tidak direstui.
"Saya punya hanya satu nama yang saya usul saja, di Dinas Bencana Alam tapi itu tidak diakomodasi," ujar Al Yasin.
Ia mengklaim, sudah ada kesepakatan bersama gubernur untuk mengakomodir usulannya tetapi ia dibohongi.
Pada saat pelantikan, Gubernur Abdul Gani hanya melantik 11 pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Malut yang akhinrya membuat Wagub mengamuk.
“Minimal Gubernur Malut memberikan kordinator sebab kita kan satu paket,” katanya.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul Cerita Wagub Maluku Utara Mengamuk di Acara Pelantikan Penjabat Eselon II
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/al-yasin-ali-mengamuk.jpg)