Akibat Virus Corona, Tingkat Okupansi Hotel di Medan Menurun, Ini Strategi Terbaru Pihak Hotel
Virus Corona (Covid-19) membuat bisnis hotel tampak lesu. Sepinya hotel kini sudah melanda Kota Medan.
Laporan Wartawan Tri bun Medan/Natalin
TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN - Virus Corona (Covid-19) membuat bisnis hotel tampak lesu. Sepinya hotel kini sudah melanda Kota Medan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara (Sumut), Denny S Wardhana menilai terkait virus Corona sudah berdampak pada penurunan tingkat kunjungan tamu ke hotel khususnya Kota Medan. Diakuinya, kunjungan tamu baik dari dalam dan luar negeri banyak yang batal (cancel).
"Sekarang tingkat kunjungan tamu ke hotel itu mengalami penurunan rata-rata 20 hingga 30 persen di Medan," ucap Denny, Selasa (17/3/2020).
Dikatakannya, dalam mengantisipasi Virus Corona, pihaknya melakukan prosedur agar setiap tamu atau pengunjung lebih dulu menggunakan hand sanitizer sebelum masuk ke hotel. Selain itu tamu yang masuk hotel juga lebih dulu diukur suhu tubuhnya.
"Kita sudah memberitahukan member member kita untuk dilaksanakan dan kita juga kemaren sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan provinsi dan kota untuk gimana caranya pencegahan Corona ini apabila ada tamu-tamu yang terkena virus Corona, bagaimana proseduralnya sudah kita adakan pertemuan," ungkapnya.
Ia mengimbau agar tamu untuk tetap menjaga kesehatan dan sesering mungkin untuk mencuci tangan dan apabila merasa kurang sehat agar diberitahukan kepada pihak hotel.
Pencegahan virus Corona secara internal manajemen, kata Denny, agar tetap menjaga kebersihan dan sering menyemprotkan cairan disinfektan di seluruh ruangan.
"Dengan kondisi seperti ini semuanya sepi pengunjung, meeting juga ditunda, apa yang mau kita buat lagi. Semoga wabah virus Corona ini cepat berlalu," ucapnya.
Dalam kesempatan yang berbeda, Public Relation Manager Santika Dyandra Medan, Herry Wahyudi mengatakan okupansi hotel secara umum memang ada penurunan, dan mungkin hampir semua hotel juga mengalami hal ini.
Diakuinya, untuk tindakan preventive hotel sudah dari Bulan Februari menerapkan sistem hygienic di seluruh hotel termasuk menyediakan hand sanitizer di semua publik area dan membersihkan secara regular area-area seperti lift, lobby dan front desk.
"Sementara untuk musim akhir pekan, kita memberlakukan paket menginap di akhir pekan atau Jumat hingga Minggu dengan harga yang lebih terjangkau," ucap Herry.
Hal senada diungkapkan Marketing Communication Manager Le Polonia, Merry Chalis. Diakuinya, virus Corona berdampak besar pada sektor pariwisata. Sejauh ini penurunan okupansi di Hotel Le Polonia berkisar 10 persen.
"Antisipasi kita itu harus bekerjasama menjaga diri sendiri dan orang lain agar penyebaran tidak berlanjut," ucap Merry.
Ia menjelaskan kebijakan untuk tamu saat ini adalah dengan memastikan area hotel selalu bersih dengan pembersihan rutin di berbagai area, mulai dari lobby, kamar hingga function room.
"Di pintu masuk hotel, kami mengadakan pengukuran suhu tubuh untuk semua tamu, dengan suhu yang dapat diterima maksimal 37,5 derajat Celcius. Di berbagai publik area kami juga menyediakan hand sanitizer yang dapat bebas digunakan oleh tamu," ungkapnya.
Secara internal, manajemen memberlakukan kebijakan pengukuran suhu tubuh untuk setiap karyawan, mengistirahatkan karyawan yang sedang sakit, dan terus menghimbau untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan diri.
Merry mengatakan dalam hal strategi menarik kunjungan tamu ke hotel pihaknya mengadakan harga promo kamar, terkhusus selama Bulan Maret ini.
"Harapan ke depannya, situasi semakin membaik dan masyarakat tetap sehat dan dapat beraktivitas seperti sedia kala," katanya.
Di samping itu, Marketing Communication Executive JW Marriott Medan, Cecilia Indriyani mengatakan pihaknya sedang menggerakkan langkah-langkah yang sesuai rekomendasi dan panduan dari CDC, WHO dan otoritas kesehatan setempat.
"Setiap hari, kami juga memastikan bahwa seluruh pedoman terbaru tentang kebersihan dan pembersihan dijalankan untuk mengatasi berbagai virus termasuk Covid-19, dan mencakup semua rekomendasi mulai dari kebersihan seperti cuci tangan dan spesifikasi produk pembersih tertentu hingga pembersihan dan protocol disinfektan untuk seluruh kamar tamu, dengan perhatian khusus diberikan pada barang-barang yang sering disentuh," ujar Cecilia.
Ia menjelaskan pihaknya juga meningkatan frekuensi prosedur pembersihan seluruh area umum.
Training dan edukasi terhadap karyawan dalam pencegahan virus Corona juga dilakukan. Pengecekan suhu tubuh untuk tamu dan seluruh karyawan juga diterapkan dan masker juga disediakan. Selain itu, hand sanitizer di setiap area hotel dan ruang karyawan juga telah disediakan.
"Sebagai langkah tambahan untuk memastikan tamu kami mengalami fleksibilitas selama masa ini, kami juga mengizinkan perubahan atau pembatalan penuh tanpa biaya hingga 24 jam sebelum kedatangan, selama perubahan atau pembatalan dilakukan sebelum 30 April 2020," ucapnya.
Guna menarik tingkat okupansi hotel, JW Marriott Medan menggadakan promo ChengBeng di Jade Restaurant yang dimulai dari harga Rp 2.988.000 per table untuk 10 orang.
"Bisa dicek di www.jwmedandining.com. Sedangkan untuk kamar dari tanggal 20 Maret 2020 akan berjalan program indulge and earn yaitu harga kamar spesial ditambah dengan double dan triple points untuk Marriott Bonvoy member kita," katanya.
(nat/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/hotel-sediakan-menggunakan-hand-sanitizer-di-hotel-santika-dyandra-medan.jpg)