Breaking News

News Video

Tentara Gugur Ditembak di Kepala, KKB Tembaki Markas TNI setelah Menyerang Kantor Polisi

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) menyerang Koramil Jila, Kadim Mimika, Papua, Senin (9/3/2020) dini hari. Akibatnya Sertu La Ongge Gugur

Tentara Gugur Ditembak di Kepala, KKB Tembaki Markas TNI setelah Menyerang Kantor Polisi

TRI BUN- MEDAN.COM - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) menyerang Koramil Jila, Kadim Mimika, Papua, Senin (9/3/2020) dini hari.

Dilansir dari Kompas.com, kabar penyerangan ini dibenarkan Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Eko Daryanto.

Penembakan terjadi sekitar pukul 05.00 WIT.

Akibat kejadian ini, satu personel TNI meninggal dunia.

TNI Bongkar Kebohongan Klaim 33 KKB Serang Freeport dan Pengakuan Warga yang Berlindung ke Timika

Papua Mencekam, KKB Tembaki Pos TNI/Polri, Warga Tembagapura Ketakutan Mengungsi ke Markas Tentara

Eko tak memerinci kronologi penembakan itu.

Ia masih menunggu informasi terkait insiden penembakan dan identitas korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggota TNI yang terluka bernama Sertu La Ongge.

Sertu La Ongge mengalami luka tembak di telinga dan masih berada di Jila.

Luka tembak cukup parah, hingga akhirnya Sertu La Ongge gugur.

Sebelumnya diberitakan, KKB telah berulang kali berulah di wilayah Mimika, Papua.

Ratusan masyarakat di Distrik Tembagapura, Mimika, juga mengungsi ke Timika, Kabupaten Mimika.

Setidaknya, 917 warga kampung yang berada di Distrik Tembagapura telah mengungsi ke Kota Timika.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, warga tersebut berasal dari Kampung Longsoran, Kampung Batu Besar, Kampung Kimbeli, dan Kampung Banti.

Aksi KKB itu membuat masyarakat terancam. Warga juga mulai kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok dan layanan kesehatan.

Mereka memilih mengungsi karena tak ingin peristiwa November 2017 kembali terjadi. Saat itu, KKB memasuki kampung hingga akses masuk kampung terputus.

"Warga ketakutan karena kehadiran KKSB dari luar Timika masuk ke perkampungan mereka," kata Dandim 1710/ Mimika Letkol Pio L Nainggolan.

KKB serang Kantor Polisi

Beredar rekaman kelompok kriminal bersenjata (KKB) menembaki Mapolsek Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Letusan senjata terdengar berkali-kali.

Petugas memberikan perlawanan, polisi tembaki KKB yang berada dipegunungan.

Terdengar ada instruksi yang memerintahkan semua waspada.

"Jangan sebelah kanan, sebelah kiri juga. Awas, dengarkan," ucap seseorang di rekaman video.

Situasi berlangsung mencekam, hampir seluruh polisi berlindung di balik tembok sembari meletuskan senjata saat melihat pergerakan KKB.

Tonton video;

Tak hanya menembaki markas polisi di Tembagapura, Kabupaten Mimika.

KKB juga membuat warga Papua ketakutan.

Tembakan membabi-buta terdengar sangat jelas membuat warga berhamburan.

Video ini beredar di linimasa media sosial, di antaranya diunggah akun instagram @infokomando.

POS POLISI DISERANG OPM

OPM kembali berulah, mereka tembaki warga sipil yang berada di Polsek Tembagapura.

Sejumlah kendaraan Polsek pun tak lepas dari tembakan OPM hingga mengenai beberapa bagian kaca depan, Senin (2/3/2020).

 TNI-Polri Siaga 1 Hadapi KKB Papua Pimpinan Gusbi Waker dan Lekagak Telenggen yang Dekati Freeport

 KRONOLOGI Anggota Brimob Doni Priyanto Gugur saat Baku Tembak dengan KKB Papua

Kontak senjata antara aparat keamanan dengan KKB memang sudah berulang kali terjadi.

Pada 28 Februari 2020 kontak senjata juga berlangsung selama 3 jam.

Akibat kontak senjata itu, seorang anggota Brimob gugur tertembak.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw membenarkan terjadinya insiden kontak senjata antara KKB dan Polri di Mimika pada Jumat sore. 

"Memang benar Jumat (28/2/2020) sore sempat terjadi kontak tembak dengan KKB di Kali Kabur hingga menyebabkan meninggalnya Bharada Doni Priyanto," ujar Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw melalui telepon, Sabtu (29/2/2020).

Kontak senjata akibat pergerakan Egianus Kogoya

Menurut Irjen Paulus Waterpauw, kontak tembak terjadi sekitar pukul 14.30 WIT hingga pukul 17.00 WIT.

Satu anggota Brimob yang gugur tertembak adalah Bharada Doni Priyanto. 

Kini, jenazah Bharada Doni Priyanto tengah dievakuasi menuju Timika dan segera diterbangkan ke Jakarta.

Hingga kini, belum diketahui kronologi penyebab terjadinya kontak senjata tersebut.

Namun, Waterpauw sempat mengakui bahwa KKB pimpinan Egianus Kogoya tengah menuju wilayah Tembagapura untuk bergabung dengan KKB pimpinan Lekagak Telenggen.

Jenazah Anggota Brimob Doni Priyanto
Jenazah Anggota Brimob Doni Priyanto (Kolase Istimewa via Serambinews.com)

 Brimob Nusantara Berduka, Bharada Doni Priyanto Gugur dalam Baku Tembak dengan KKB Papua

 TERBARU KKB Papua Pimpinan Egianus Kogoya Kembali Serang Pos TNI, Satu Orang Tewas

Siaga Satu

TNI dan Polri menyatakan siaga satu di Distrik Tembagapura, Mimika, Papua pada Selasa (3/3/2020). 

Status siaga satu diberlakukan setelah dua kelompok kriminal bersenjata (KKB) mendekati wilayah objek vital nasional, PT Freeport Indonesia.

Dua KKB itu merupakan pimpinan Gusbi Waker dan Lekagak Telenggen yang berasal dari Yambi, Puncak Jaya.

Kelompok tersebut merupakan dalang upaya penyanderaan tiga guru SD Inpres Baluni, Kampung Jagamin, Distrik Tembagapura, pada pertengahan Februari 2020.

KKB itu juga diduga pelaku penyerangan mobil patroli Polsek Tembagapura, kemarin.

“Kami sudah mengidentifikasi KKB dari mana yang melakukan penembakan di Tembagapura,” kata Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, Selasa (3/3/2020) dini hari.

Era tak bisa memastikan jumlah anggota KKB yang menembak mobil patroli Polsek Tembagapura, kemarin.

Sebab, anggota KKB tersebut berlindung di balik bukit saat melakukan aksi. Hal ini membuat polisi kesulitan menghitung jumlah mereka.

Pascapenembakan, pengamanan di Tembagapura diperketat, khususnya pada jalur penembakan dan rute yang dilalui kendaraan.

Status siaga satu pun sudah ditingkatkan di Distrik Tembagapura sejak aksi penyaderaan tiga guru tersebut.

Era memastikan, akan terus menyelidiki dan mengejar para anggota KKB tersebut. “Penindakan hukum terhadap kelompok tersebut tetap akan kami lakukan,” ujar Era.

Sementara, Dandim 1710/ Mimika Letkol Pio L. Nainggolan mengatakan, status siaga satu di Distrik Tembagapura sudah ditetapkan beberapa hari lalu.

"Siaga satu bukan baru dilakukan pasca penembakan mobil patroli Polsek Tembagapura," kata Pio, Senin (2/2/2020) malam.

Pio mengatakan, tak ada penambahan pasukan meski status keamanan ditingkatkan.

Saat ini, pasukan TNI yang ada berasal dari satuan-satuan yang bermarkas di Mimika, dan tergabung dalam Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan), dan pengamanan wilayah PT Freeport Indonesia.

"Saat ini yang kami lakukan mengefektifkan pasukan yang ada untuk mengantisipasi ancaman KKB," jelas Pio. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved