Lini Masa Fotografi di Era Digital, Mengulik Perubahan Dunia Fotografi, Kolaborasi Foto dan Video

Kamera yang awalnya hanya dapat menangkap gambar tak bergerak, kini sudah berkembang hingga dapat mengambil visual bergerak

Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN MEDAN/Rechtin Hani Ritonga
Fotografer harian Kompas, Eddy Hasby memberikan paparan dalam workshop Linimasa Fotografi Era Digital yang diadakan PFI Medan di RM Bairani Jalan Ringroad Medan Minggu (8/3/2020) 

TRI BUN-MEDAN.com - Perkembangan teknologi telah membuat banyak perubahan dunia fotografi.

Kamera yang awalnya hanya dapat menangkap gambar tak bergerak, kini sudah berkembang hingga dapat mengambil visual bergerak.

"Seiring dengan kemajuan teknologi maka terdapat beberapa perubahan di dalam dunia visual, di mana kamera juga sudah bisa membuat video. Ketika kita berbicara di dunia online atau digital muncul perluasan media di mana penyajian visual tidak hanya dengan foto saja tapi juga bisa dikonsep lagi dengan penyajian yang lebih kekinian yakni video," ujar Eddy Hasby dalam workshop Linimasa Fotograf Era Digital yang diadakan PFI Medan Minggu (8/3/2020).

HARGA TERBARU HP OPPO Maret 2020 Oppo A31, Oppo Reno2, Oppo F11, Cek Daftar Harga Smartphone Lainnya

JADWAL PERTANDINGAN LIGA CHAMPIONS: Manchester City vs Real Madrid, Barcelona vs Napoli, Leipzig

Lebih lanjut Hasby menjelaskan, mengenai dunia yang ia geluti sepanjang perkembangan teknologi yang kian pesat ini, yakni apa yang disebutnya sebagai visual jurnalism hybrid fotografi.

Visual jurnalis sendiri, terang Hasby merupakan sebuah peralihan mindset di mana dalam penyajian visual tidak hanya sebatas sebuah foto.

Ada perkembangan konsep visual yang dilakukan mulai dari foto, video, animasi, grafik, peta, yang digunakan untuk memperkaya konten.

"Artinya dari segi visual, data yang disajikan seorang jurnalis dari hasil peliputannya tidak hanya terbatas hanya pada foto melainkan pada bentuk visual lain seperti video, animasi, grafik, peta yang dibuat mendalam dan menarik," tambahnya.

LAPOR SPT ONLINE via online-pajak.com, Aktifkan EFIN, Batas Akhir Penyampaian SPT Pajak Penghasilan

KABAR TERBARU Artis cantik Ririn Ekawati Dilepas Polisi, Fakta Lain Penghasilan Hasil Endorse Ririn

Hal itu pula yang menjadikan Eddy Hasby kemudian merasa lebih cocok disebut sebagai seorang visual jurnalis dibanding seorang fotografer.

Pria berkacamata ini mengatakan, dalam visual jurnalism ada konsep lain yang harus diterapkan yakni Multimedia Storytelling.

Dalam multimedia storytelling, terang Hasby terdapat beberapa tahapan mulai dari pembuatan alur cerita, melakukan riset terhadap konten yang akan diangkat, wawancara dengan narasumber, riset visual, eksekusi lapangan, hingga ke desain web dan web masternya.

SUAMI Mabuk Aniaya Istri, Gak Disangka Tewas, Kronologi Awal hingga Korban Tersungkur dan Meninggal

"Dalam sebuah proses bercerita atau storytelling, multimedia storytelling menjadi proses penyajian cerita tersendiri yang membutuhkan pendalaman tak hanya dari substansi konten tetapi juga dari segi visual," ujarnya.

Kompleksitas visual dalam era digital ini yang kemudian membuat Hasby mengajak para fotografer kepada apa yang disebutnya sebagai Hybrid Fotografi.

Sesuai namanya, hybrid fotografi memiliki dua aspek penting yakni pemanfaatan secara maksimal perkembangan teknologi yang ada di kamera serta bekerja pada dua format sekaligus yakni video (bergerak) dan foto (tidak bergerak).

"Memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada di kamera menjadi penting karena dapat memaksimalkan kemampuan dari teknologi itu sendiri," katanya.

Dalam workshop fotografi bertajuk Linimasa Fotografi Era Digital ini, Hasby menunjukkan beberapa hasil dari apa yang disebutnya dengan visual jurnalism dan hybrid fotografi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved