News Video

Pengunjung Sun Plaza Medan Wajib Periksa Suhu Tubuh untuk Antisipasi Virus Corona di Sumut

Manajemen Sun Plaza Medan melakukan pemeriksaan bagi seluruh pengunjung yang masuk untuk Antisipasi Virus Corona di Sumut

Pengunjung Sun Plaza Medan Wajib Periksa Suhu Tubuh untuk Antisipasi Virus Corona di Sumut

TRI BUN- MEDAN.COM - Manajemen Sun Plaza Medan melakukan pemeriksaan bagi seluruh pengunjung yang masuk.

Hal ini upaya pencegahan penyebaran Virus Corona.

Pantauan wartawan www.tribun-medan.com, lobi masuk dipasang thermo scanner dan menyiagakan sekuriti beserta thermometer infrared, Jumat (6/3/2020).

Satu per satu pengunjung diperiksa suhu tubuh thermometer infrared.

Bila ada pengunjung yang suhu tubunhnya di atas suhu normal berkisar 34 derajat sampai 36 derajat, dilarang masuk ke dalam mal dan disarankan untuk memeriksa kesehatannya ke rumah sakit. 

Petugas memeriksa suhu tubuh pengunjung pusat perbelanjaan Sun Plaza, Medan, Jumat (6/3/2020). Pemeriksaan suhu tubuh tersebut merupakan upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.
Petugas memeriksa suhu tubuh pengunjung pusat perbelanjaan Sun Plaza, Medan, Jumat (6/3/2020). Pemeriksaan suhu tubuh tersebut merupakan upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Diwawancarai awak media, Marcomm Manager Sun Plaza, Yokie, menyebutkan, hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada seluruh pengunjung mal.

"Untuk hari pertama ini, pemeriksaan suhu tubuh baru dilakukan di pintu masuk lobi utama. Karena pengunjung di mal kita banyak masuk melalui lobi utama. Ke depan akan dilakukan pemeriksaan di pintu masuk lain," terangnya.

Pemeriksaan suhu tubuh di Sun Plaza Mal, Jumat (6/3/2020)
Pemeriksaan suhu tubuh di Sun Plaza Mal, Jumat (6/3/2020) (Tribun Medan)

Selain pemeriksaan suhu tubuh, untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung pengelola mal juga menyediakan hand sanitizer atau pembersih tangan di beberapa titik.

Petugas kebersihan mal juga rutin membersihkan tiap-tiap lokasi yang kerab disentuh oleh pengunjung seperti lift dan papan pembatas.

Petugas memeriksa suhu tubuh pengunjung pusat perbelanjaan Sun Plaza, Medan, Jumat (6/3/2020). Pemeriksaan suhu tubuh tersebut merupakan upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.
Petugas memeriksa suhu tubuh pengunjung pusat perbelanjaan Sun Plaza, Medan, Jumat (6/3/2020). Pemeriksaan suhu tubuh tersebut merupakan upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Positif Corona Bertambah

Positif Corona bertambah

Pemerintah memastikan, jumlah pasien positif terjangkit virus corona di Indonesia menjadi empat orang.

Selain dua orang yang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, terdapat dua pasien lagi yang dinyatakan positif.

"Ini kami dapatkan dua orang positif, yang kita sebut sebagai kasus nomor 3 dan 4," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Yuri menambahkan, dua pasien yang baru diidentifikasi terjangkit virus corona memiliki gejala batuk, pilek. Namun, tidak ada gejala sesak napas.

"Kami harap kondisi intervensi agar bisa baik," ujar Yuri.

Keduanya juga terdeteksi pernah melakukan 'close contact' dengan pasien 1 dan 2 yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso.

Satu Pasien Suspect Corona Meninggal Dunia

Salah satu pasien dalam pengawasan Covid-19 yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso meninggal dunia.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril mengatakan pasien yang meninggal dunia merupakam pasien yang dirawat dengat alat bantu pernapasan atau ventilitator sejak pertama kali dirujuk.

"Satu pasien meninggal, kondisinya (kesehatannya) jelek, pakai ventilator. Rujukan dari rumah sakit swasta," kata Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Jumat (6/3/2020).

Syahril mengatakan pasien tersebut meninggal dunia kemarin, Kamis (5/3/2020) dan sudah dimakamkan oleh pihak keluarga.

Ia juga menyampaikan pasien tersebut punya riwayat kontak dengan orang yang datang dari negara terjangkit Covid-19.

Selain masuk dalam kategori PDP, pasien yang berusia 65 tahun juga didiagnosa memiliki penyakit lain. "Sudah tua, hipertensi, tapi kalau kita tahu masuk ventilator itu sudah berat ya," ucap Syahril.

Adapun pasien tersebut dirujuk di RSPI Sulianti Saroso sejak dua hari yang lalu.

Saat ini total ada dua pasien positif dan tujuh pasisen dalam pengawasan (PDP) atau suspect yang di rawat di rumah sakit ini.

Hingga kini, pasien yang dinyatakan positif terserang virus corona adalah 2 kasus. Kedua kasus ini terdiri dari seorang ibu dan anaknya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut keduanya dengan kasus 1 (perempuan berusia 31 tahun), dan kasus 2 (perempuan berusia 64 tahun).

Kasus 1 terinfeksi virus corona dari warga negara Jepang dalam sebuah acara dansa. WN Jepang itu juga dinyatakan virus corona sepulangnya ke Kuala Lumpur setelah dari Indonesia.

Keduanya kini dirawat intensif di RSPI Sulianti Saroso. Sebelum dirawat di rumah sakit itu, kasus 1 sempat menjalani perawatan di RS Mitra Keluarga Depok.

Saat ini, pemerintah menelusuri kontak langsung yang dilakukan kasus 1 dan kasus 2.

Beberapa orang yang memiliki kontak langsung terhadap keduanya dan menunjukkan gejala langsung dirawat di RSPI Sulianti Saroso dan rumah sakit rujukan lainnya.

Tenaga media yang menangani pertama kali kasus 1 juga dipantau kesehatannya oleh Dinas Kesehatan Depok. Total tenaga medis yang ada dalam pantauan ini mencapai 73 orang.

(sir/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved