News Video

Pegawai PD Pasar Kembali Unjuk Rasa ke Kantor Bank Mandiri, Berharap Kepastian Pencairan Gaji

Dalam aksinya, mereka akan terus melakukan aksi unjuk rasa sampai gaji para pegawai yang sudah dijanjikan, dikeluarkan pada 27 Februari mendatang.

Editor: M.Andimaz Kahfi

Pegawai PD Pasar Kembali Unjuk Rasa ke Kantor Bank Mandiri, Berharap Kepastian Pencairan Gaji

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ratusan pegawai PD Pasar, kembali melakukan unjuk rasa ke Kantor Bank Mandiri Cabang Pulau Pinang, Kota Medan, Rabu (26/2/2020).

Dalam aksinya, mereka akan terus melakukan aksi unjuk rasa sampai gaji para pegawai yang sudah dijanjikan, dikeluarkan pada 27 Februari mendatang.

Salah seorang Staf PD Pasar, Khairul Ashar Daulay mengatakan, ini adalah aksi lanjutan dari aksi yang kemarin tanggal 24 Faebruari kemarin.

Karena pihak bank Mandiri yang menahan ataupun menunda gaji pegawai PD Pasar iuran BPJS dan biaya operasional PD Pasar.

"Jadi, setelah kemarin kita bertemu dengan pihak Bank Mandiri, mereka (Bank Mandiri) meminta ketegasan surat dari Pemko Medan tentang pertanggungjawaban aset dari PD Pasar," kata Khairul.

"Saat ini kita menunggu surat dari Wali Kota setelah datang surat itu, pihak direksi akan masuk ke Bank Mandiri untuk mencairkan gaji dan biaya operasional. Makanya kita menunggu disini," sambungnya.

Dijelaskan Khairul, kalau memang nantinya sudah jelas dan ada titik terang, maka semua karyawan yang melakukan aksi unjuk rasa akan bubar.

"Kalau tidak diberikan kita terus menunggu, tapi saya rasa dari pembicaraan semalam nampaknya ada kepastian. Karena ada beberapa direksi yang sudah berada menunggu kepastian di Bank Mandiri," sebutnya.

Terkait macetnya gaji, apakah ada kaitannya dengan pergantian Dirut?

Mengenai hal ini, Khairul tak bisa memberikan jawaban.

"Kalau itu kita enggak bisa buat statement. Karena itu urusan pimpinan. Kalau kita dibawah hanya menuntut gaji sebagai Karyawan PD Pasar yang memang kita adalah sah dari nasabah," tuturnya.

Lebih lanjut, mengenai aksi menginap yang digaungkan kemarin, apakah jadi atau tidak?

Khairul menyebut aksi menginap tidak jadi. 

"Karena kita sudah ada aksi damai dan kita bubar sekitar pukul 19.00 WIB," katanya.

"Pokoknya, apabila nanti sudah datang surat dari Pemko dan tuntutan kami sudah dipenuhi, kita akan bubar secara damai," jelasnya.

(sky/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved