Cerita Seleb
Gen Halilintar Hadapi Kasus Dugaan Pelanggaran Hak Cipta, Atta Minta Saran ke Anang Hermansyah
Atta Halilintar meminta saran pada Anang Hermanyah terkait kasus dugaan pelanggaran hak cipta dilayangkan Nagaswara pada Gen Halilintar.
Gen Halilintar Hadapi Kasus Dugaan Pelanggaran Hak Cipta, Atta Minta Saran ke Anang Hermansyah
Atta meminta saran pada Anang Hermanyah terkait kasus dugaan pelanggaran hak cipta dilayangkan Nagaswara pada Gen Halilintar.
TRIBUN-MEDAN.com - YouTuber Atta Halilintar tengah menghadapi kasus dugaan pelanggaran hak cipta yang dilayangkan Nagaswara pada Gen Halilintar.
Rupanya, Atta meminta saran pada Anang Hermanyah terkait kasus dugaan pelanggaran hak cipta ini.
Atta meminta saran ayah Aurel Hermansyah itu karena kapasitas Anang sebagai pencipta lagu.
"Ada saya minta saran-saran juga, ya banyak lah yang kita perbincangkan, enggak bisa kita kasih tahu di sini," ucap Atta Halilintar usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, seperti yang diberitakan Kompas.com, Senin (24/2/2020).
Kendati demikian, Atta mengaku bersyukur mendapat dukungan dari Anang dalam menghadapi kasus ini.
Ia pun berterima kasih atas dukungan yang masyarakat berikan untuknya.
"Alhamdulillah saya dapat banyak support dari masyarakat, terimakasih, sampai detik ini."
"Tadi sampai sidang banyak sekali support dari masyarakat dan dari Mas Anang juga," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, kisruh antara label musik Nagaswara dan Gen Halilintar sudah terjadi sejak 2018 lalu.
Kasus ini bermula saat Gen Halilintar meng-cover musik dari lagu Lagi Syantik.
Pihak Gen Halilintar disebut-sebut mengubah lirik lagu yang dipopulerkan oleh Siti Badriah itu.
Video cover itu kemudian diunggah melalui kanal YouTube milik Gen Halilintar.
Dengan alasan pelanggaran hak cipta, pihak Nagaswara menempuh upaya hukum lantaran tidak ada titik temu antara mereka dan Gen Halilintar.
Alasan Mengubah Lirik Lagu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/atta-halilintar-umumkan-raih-20-juta-subscribers-klaim-dirinya-yang-pertama-di-asia-pasifik.jpg)