Breaking News

News Video

Surti Menjerit Saat Jalani Sidang Lanjutan Kematian Suami, Sebut Pelaku Bukan Manusia

Agenda sidang kali ini mendengarkan keterangan terdakwa Dorlan Rumapea dan Lamboi Rumapea.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: M.Andimaz Kahfi

Surti Menjerit Saat Jalani Sidang Lanjutan Kematian Suami, Sebut Pelaku Bukan Manusia

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Keluarga korban dan tersangka kasus pembunuhan oleh Dorlan Rumapea dan Lamboi Rumapea terhadap saudara semarga Sundung Rumapea (51) mengikuti sidang ketiga, Kamis (20/2/2020).

Sidang kali dipimpin oleh Hakim Ketua Paul Marpaung di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Balige Cabang Samosir.

Agenda sidang kali ini mendengarkan keterangan terdakwa Dorlan Rumapea dan Lamboi Rumapea.

Kedua terdakwa didampingi Poltak Manik selaku penasihat hukum yang ditunjuk PN Balige dan diminta keterangan oleh Jaksa Penuntut Umum Crispo Simanjuntak.

Dalam persidangan, Surti Juana Hutasoit istri korban Sundung Rumapea hadir.

Dia membawa anak perempuannya paling bungsu Kinanti yang masih berusia tiga tahun, juga kakak kandung korban Rosinda Rumapea serta beberapa keluarga lainnya.

Pada penghujung sidang, Surti menjerit sembari menoleh ke wajah kedua tersangka Pak Arjuna (Dorlan Rumapea), dan Lamboi Rumapea.

"Dang na jolma ho asa i boto ho Dorlan dohot ho Lamboi. (kau bukan manusia Lamboi dan kau juga Dorlan)," ujar Surti kepada kedua terdakwa.

Surti menjerit sejadi-jadinya di pekarangan Pengadilan Negeri Balige Cabang Samosir.

Tampak dia memapah anaknya yang masih berusia 3 tahun, dan petugas di pengadilan serta beberapa keluarganya berusaha menenangkannya.

Kakan kandung korban, Rosinda Rumapea juga meluapkan kekesalannya.

"Bapak Jaksa, Bapak Hakim hukum ma on saborat ni boratna sesuai pangalaho ni si Lamboi dohot si Dorlan on. Nga i putus hon hami saoppu. (Bapak Hakim, bapak jaksa hukum kalianlah si Lamboi dan si Dorlan ini sesuai perbuatannya, sudah diputus ini generasi kami," ujarnya.

Rosinda juga menggerutu soal masa depan keponakannya yang seharusnya bisa ditanggung korban.

Apalagi, menurutnya selama ini keluarga korban menjadi tulang punggung keluarga tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved