Menara Pandang Tele, Spot di Atas Awan untuk Menatap Panorama Danau Toba
Di antara berbagai spot tersebut, ada satu tempat yang strategis untuk menikmati keindahan Danau Toba.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi
TRIBUN-MEDAN.com, PANGURURAN - Danau Toba menjadi icon pariwisata Sumatera Utara, dan termasuk satu dari 10 destinasi unggulan wisata Indonesia.
Eksotisme kawasan sakral bagi masyarakat Batak ini menjadi bagian dari 7 kabupaten yang ada sekitarnya. Tak heran, banyak sudut pandang menarik untuk menatap keindahan Danau Toba.
Di antara berbagai spot tersebut, ada satu tempat yang strategis untuk menikmati keindahan Danau Toba.
Tempat itu adalah Menara Pandang Tele yang berlokasi di Desa Turpuk Limbong, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.
Menara Pandang Tele dibangun pada April 1988 oleh Bupati TK II Tapanuli Utara saat itu, G Sinaga.
Menara dengan empat lantai bercat putih ini, dapat menangkap panorama Danau Toba yang sangat Instagrammable.
Fajar dan senja adalah waktu terbaik bagi pengunjung Menara Pandang Tele untuk menatap keindahan Danau Toba dari sebelah barat.
Selain pemandangan Danau Toba, wajah desa nan asri serta aliran Air Terjun Efrata akan memanjakan mata saat berada di Menara Pandang Tele.
Tumpukan awan di lereng bagaikan memposisikan Menara Pandang Tele sebagai menara di atas awan.
Soal kuliner tak perlu khawatir. Meski berada di kawasan hutan, sekitaran Menara Pandang Tele juga menyediakan beberapa tempat untuk beristirahat, antara lain Cafe Tele Tobali, Restaurant Roma dan Cafe Bolapelangi.
Nah, harga tiket masuk ke Menara Pandang Tele saat ini dipatok dengan harga Rp 7.000/orang.
Pengunjung bisa saling bergantian untuk mendapatkan tangkapan gambar menarik saat berada di lantai atas Menara Pandang Tele.
Akses ke Menara Pandang Tele
Lokasi Menara Pandang Tele dapat diakses dari dua arah jika wisatawan berasal dari Kota Medan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/menara-pandang-tele.jpg)