Reaksi Sandiaga Uno dan Beda Nasib PSK dan Andre Rosiade, Tak Jadi Pilihan Gerindra Pilgub Sumbar

Sandiaga Uno berpandangan upaya penggerebekan PSK oleh Andre Rosiade menyalahi tugas dan wewenang.

TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
NN, PSK yang digerebek Andre Rosiade dibolehkan pulang oleh Polda Sumbar pada Sabtu (8/2/2020) malam. 

TRIBUN-MEDAN.com, Kasus penggerebekan PSK di Padang, Sumatera Barat, memang jadi perbincangan publik dalam sepekan kemarin.

Peristiwa yang melibatkan politisi Partai Gerindra Andre Rosiade itu dikomentari oleh Sandiaga Uno.

Bahkan PSK yang jadi tersangka, yakni NN, kini ditangguhkan dan Andre Rosiade tak dicalonkan di Pilkada Sumbar.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno beranggapan upaya penggerebekan pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan oleh anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade menyalahi tugas dan wewenang.

Sandiaga Uno menyarankan sebagai anggota DPR tugas Andre bukanlah menjebak PSK.

Bobby Nasution Rayakan Hari Pers Nasional 2020, Dengan Bermain Badminton Bersama Wartawan di Medan

Sandiaga Uno mengatakan, tugas itu sebaiknya diserahkan kepada aparat penegak hukum.

"Saya melihat bahwa ini bukan tugas dari Bang Andre, ini lebih mungkin tugas dari aparat hukum," terang Sandiaga Uno, dikutip Tribunnews.com dari tayangan yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Senin (10/2/2020).

Sandiaga Uno sebut penggerebekan PSK bukan kewenangan Andre Rosiade.
Sandiaga Uno sebut penggerebekan PSK bukan kewenangan Andre Rosiade. (Kolase Youtube/Kompas.com)

Sandiaga Uno menyatakan, tugas Andre yang saat ini menjadi anggota DPR RI adalah menjadi wakil rakyat.

"Bang Andre ini sahabat saya dan dia sekarang lagi tugas di DPR RI."

"Saya akan terus mengingatkan bahwa fungsi utamanya dia adalah menjadi wakil rakyat," ungkapnya.

Di samping itu, penangguhan penahanan tersangka prostitusi daring di Padang, Sumatra Barat berinisial NN (27) dikabulkan oleh pihak kepolisian.

Menag Fachrul Razi Tunjuk Plt Dirjen Bimas Katolik dari Islam, Pengamat: Keputusan Off Side

NN yang digerebek Minggu (26/1/2020) itu kini tak lagi ditahan di Mapolda Sumbar.

NN menyelesaikan permohonan penangguhan penahanan dan meninggalkan Mapolda Sumbar, Sabtu (8/2/2020).

NN diketahui memiliki anak berusia satu tahun.

Semenjak NN ditahan, ia kesulitan bertemu dengan anaknya.

Kuasa hukum NN dari Lembaga Advokasi Pemberdayaan Perempuan dan Anak Sumbar, Riefia Nadra mengemukakan N kerap menangis di tahanan.

Akhyar Harap Warga Tionghoa Dapat Perluas Usaha dan Buka Lapangan Kerja di Medan

"Dia teringat anaknya yang baru berumur satu tahun. Sementara dia ditahan," kata Riefa.

NN, lanjut Riefa, terjerumus ke dunia hitam untuk menghidupi anaknya yang masih kecil.

Meski penangguhan penahanan dikabulkan, kasus prostitusi daring yang menjerat NN tetap berlanjut.

Perempuan asal Jawa Barat itu diharuskan melapor dua kali dalam seminggu ke Polda Sumbar.

Dibecandain Istri, Pria Ini Mengamuk dan Tikami Istrinya hingga Tewas

Selain itu, NN juga telah membuat penyataan tertulis perihal barang bukti kasusnya.

"NN sudah berjanji melalui pernyataan tertulis tidak akan menghilangkan barang bukti," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto.

Pihak keluarga pun menjamin penangguhan penahanannya.

NN digerebek bersama mucikarinya AS di sebuah hotel di Padang, Sumbar, Minggu (26/1/2020).

Penggerebekan ini sempat menuai tanda tanya dari sejumlah kalangan.

Tolak Wacana Pemusnahan, Demonstran di Medan Nyatakan Gerakan Hari Kedaulatan Babi

Mereka mempertanyakan adanya unsur jebakan yang melibatkan anggota DPR RI Andre Rosiade dalam penggerebekan tersebut.

Namun, Andre membantah telah melakukan penjebakan.

Menurutnya, penggerebekan berawal dari laporan dan keresahan warga mengenai prostitusi online di Padang.

Belakangan, beredar kuitansi pemesanan kamar hotel 606 dan 608 yang merupakan lokasi penggerebekan.

10 Fakta Pelaku Pembunuhan dan Pembakar Wanita di Banyuwangi, Sakit Hati dan Malu Dipanggil Boboho

Pada kuitansi tertulis atas nama Andre Rosiade yang diketik dan garis miring Bimo yang ditulis dengan pena.

"Ini tidak benar saya yang memesan kamar tersebut. Saya tidak pernah datang ke resepsionis dan membayar," kata Andre, Kamis (6/2/2020).

Gerindra Tak Calonkan Andre

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ahmad Sufmi Dasco mengatakan, Gerindra tak mencalonkan kadernya Andre Rosiade dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Barat 2020.

Hal ini disampaikan Dasco, ketika ditanya terkait keterlibatan Andre Rosiade dalam Penggrebekan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kota Padang, Sumatera Barat beberapa hari lalu.

Ketika Ngabalin Berbicara Surga Menanggapi Pemulangan WNI Eks ISIS: Selamat Atau Tidak Itu Urusanmu!

"Untuk keseimbangan di masyarakat, perlu diketahui bahwa DPP Partai Gerindra mempertimbangkan untuk tidak mencalonkan Andre Rosiade sebagai gubernur Sumbar," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Dasco mengatakan, Partai Gerindra tengah menggodok nama lain untuk diusung di Pilkada Sumatera Barat 2020.

"Ya itu nanti, masih digodok," ujarnya. (*)

Artikel ini sudah tayang di Tribunnew dengan judul : Digerebek di Kamar Hotel, Begini Nasib NN PSK yang Dipesan Andre Rosiade, Sandiaga Uno Bereaksi

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved