Mengenal Festival Thaipusam, Perayaan Kemenangan Dewa Muruga Mengalahkan Kejahatan

India memiliki beragam perayaan dengan tradisi budaya yang kental dan masih tetap dipertahankan untuk menjaga nilai leluhur.

Istimewa
Persiapan dalam menyambut perayaan Thaipusam dengan penaikan bendera 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - India memiliki beragam perayaan dengan tradisi budaya yang kental dan masih tetap dipertahankan untuk menjaga nilai leluhur.

Penyebaran masyarakat India ke berbagai bagian negara, menjadikan perayaan dari masyarakat mayoritas Hindu ini tersebar dan menjadi perayaan hari besar di beberapa negara, seperti Malaysia, Singapore, dan Malaysia.

Indonesia yang menjadi satu diantara negara yang memiliki populasi masyarakat India beragama Hindu yang turut merayakan beberapa perayaan masyarakat India di Indonesia, diantaranya perayaan Thaipusam.

Perayaan Thaipusam diambil dari nama bulan menurut masyarakat India yaitu Thai, dan bintang yang mengelilingi bulan Thai bernama Pusam sehingga menjadi nama Thaipusam.

Perayaan ini dirayakan oleh masyarakat etnis India Tamil untuk memuja Dewa Murugan atas kemenangannya melawan setan Soorapadman.

Pada tahun 2020 ini, Thaipusam jatuh pada tanggal 8 Februari 2020 yang dirayakan oleh masyarakat beragama hindu dengan suka cita di berbagai kuil diantaranya Kuil Shree Sopramaniem Nagarathar, Jalan Kebun Bunga No. 6 Medan.

Pihak pengurus Kuil, R.Mahendra Mohan Chettiar,SE mengungkapkan bahwa perayaan Thaipusam dapat dimulai sejak tanggal 15 Januari - 15 Februari.

Ia menuturkan bahwa perayaan Thaipusam dilakukan ketika jatuhnya bintang Pusam.

"Perayaan Thaipusam yang kita selenggarakan pada tanggal 8 Februari ini bertepatan dengan jatuhnya bintang Pusam. Makanya di tanggal tersebut kita adakan Thaipusam. Setelah dari tanggal 8 tersebut bukan Thaipusam namun hanya bulan Thai. Lalu ada kuil yang ingin menyelenggarakan Thaipusam Pooja boleh tapi tidak boleh mengatasnamakan Maha Pooja Thaipusam," ujar Mohan, Senin (10/2/2020).

Festival Thaipusam ini memiliki beberapa sesi ritual yang terbagi dari pagi, siang, dan puncaknya pada malam hari.

Sehari sebelumnya, pihak kuil menaikkan bendera sebagai simbol untuk akan dimulainya suatu acara atau perayaan yang dinaikkan pada pagi hari dan memiliki lambang khusus.

Mohan mengungkapkan bahwa dalam bendera yang akan dinaikkan tersebut terdapat gambar burung Merak yang menjadi kendaraan Dewa Murugan untuk menghadapi musuh.

"Bendera pada perayaan Thaipusam bersimbolkan burung merak. Burung Merak pada bendera tersebut dimaknai sebagai salah satu kendaraan yang ditunggangi oleh Dewa Muruga ketika menghadapi setan Soorapadman ketika bertempur," ungkapnya.

Perayaan Thaipusam selalu ditunggu setiap tahunnya baik dari masyarakat beragama Hindu maupun dari masyarakat nonhindu yang mengaku turut setia melihat perayaan Thaipusam.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved