Demo Save Babi

Massa Berdoa sebelum Aksi #SaveBabi, Pakai Ulos hingga Senandungkan Lagu O Tano Batak

Massa Aksi #SaveBabi sudah berkumpul di Lapangan Merdeka Medan sejak pukul 08.00 WIB. Mereka berdatangan dari berbagai wilayah.

Massa Berdoa sebelum Aksi #SaveBabi, Pakai Ulos hingga Senandungkan Lagu O Tano Batak

T R I B U N-MEDAN.COM - Massa Aksi #SaveBabi sudah berkumpul di Lapangan Merdeka Medan sejak pukul 08.00 WIB.

Mereka berdatangan dari berbagai wilayah.

Pantauan wartawan www.tribun-medan.com, massa melakukan kebaktian singkat sebelum menggelar aksi.

Tonton video;

Spanduk dituliskan beragam, di antaranya Gerakan Aksi Damai Save Babi, Babi Bagian Penting Budaya Kami, dan Babi Adalah Perekonomian Kami.

Atas aksinya, arus lalu lintas di kawasan lapangan merdeka Medan tampak macet total.

Sementara itu, puluhan ribu massa ini bergerak menuju kantor Gubernur Sumut, dan Kantor DPRD Sumut.

Massa bernyanyi saat operator sound system memutar Lagu O Tano Batak.

Tonton video;

 VIRUS Mengganas akibatkan Ribuan Ekor Babi Mati, Peternak Tak Berani lagi Mengisi Kandang

 Edy Rahmayadi Sampai Ditelepon Jokowi Akibat Rencana Musnahkan Wabah Colera Babi di Sumut

Kepada awak media, seorang peserta demo bermarga Tampubolon (50) menyampaikan ada 20 ribu orang yang ikut dalam aksi ini

Korlap yang berada di atas truk menginstruksikan agar para pendemo tetap jaga barisan.

Hingga berita ini diterbitkan, massa mulai berjalan ke DPRD Sumut.

ILUSTRASI Babi. (SHUTTERSTOCK)
ILUSTRASI Babi. (SHUTTERSTOCK) (SHUTTERSTOCK)

Ditelepon Jokowi

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengaku ditelpon oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo karena berencana akan memusnahkan seluruh ternak babi.

Menurut mantan Pangkostrad ini, ia bukan mau memusnahkan seluruh hewan ternak babi.

Tapi agar virus Hog Cholera dan ASF dapat musnah.

 Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi, Pemprov Sumut Siap Diskusikan Pengendalian Virus Babi

 Ternak Babi Mati karena Virus di Dairi Sudah Tembus 12 Ribu

Rencana itu tak direalisasikan keran dirinya masih memikirkan nasib para peternak, bagaimana nantinya jika pemusnahan ini dilakukan.

Perihal ini dikatakannya saat berkunjung ke Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Wilayah Sumut dan pembukaan program menanam pohon di Chapel PGI Wilayah Sumut, Jalan Selamat Ketaren, Medan Estate, Deli Serdang, Jumat (24/01/2020).

Dihadapan para jemaat gereja, Edy Rahmayadi menjawab telepon Presiden malah meminta bantuan untuk dapat menyelesaikan masalah ini.

"Demi Tuhan saudara-saudaraku, tolong ini diluruskan semua karena jadi polemik seluruh Indonesia. Pak Jokowi bertanya sama saya, kan saya jawabnya pun susah hanya gara-gara babi. Sudahlah Pak, ijinkan saya mengatasi itu semua. Ya sudahlah Pak Edy, begitu kata Pak Jokowi," ungkap Edy.

Kemudian, Edy Rahmayadi meminta para pendeta agar ikut meluruskan kepada masyarakat bahwa dirinya tidak memiliki rencana untuk memusnahkan ternak babi di Sumut.

Dimaksudnya pemusnahan, bukan pada ternak babi, tetapi ke penyakit babi itu sendiri.

Akibat adanya usulan akan memusnahkan seluruh ternak babi ini, membuat ia tidak nyaman dalam menjalankan tugas hari-hari. Sebab, selalu ada saja orang yang malah membuat isu lain.

"Saya minta tolong saudara-saudaraku, di depan tempat orang-orang yang beriman ini, saya sampaikan, saya akan menyelesaikan wabah (penyakit demam babi) ini," ujar Edy.

Mantan Pangkostrad itu menyebutkan seluruh binatang di dunia adalah makhluk ciptaan Tuhan.

"Sehingga omong kosong lah kalau ada orang bilang karena saya Islam, sehingga babi itu semua dimusnahkan. Waduh, berdosa saya ini sampai nanya orang Jakarta, apa salah babi itu sama kau Ed (Edy), katanya," cerita Edy disambut tawa hadirin.

(cr3/medan-tribun.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved