Viral Medsos

VIRAL Dua Murid SD Bertaruh Nyawa demi Selamatkan Temannya dari Penculikan, Ini Kisah Selengkapnya

Para penculik yang diduga berjumlah lima itu diduga menumpang minibus hitam sejenis Grandmax dengan pintu geser.

(KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHO)
DE (10), AD (10) dan RS (10). (KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHO) 

Kedua bocah itu bahkan mengambil batu memukul-mukulkan ke tubuh pria itu serta pintu mobil.

Bocah itu juga menendang dan menggigit tangan pria tersebut.

"Kami gigit tangannya, kami pukul batu ke tubuhnya serta pintu mobil. kami tendang-tendang dan berontak sebisanya. Kami juga berteriak, ada maling !!!," terang AD dan RS.

Penjahat itu akhirnya luntur dengan keberanian AD dan RS yang berusaha keras merebut DE dari aksi penculikan itu.

Ujung-ujungnya tangan kuat pria itu pun melepaskan tubuh DE. DE pun berhasil keluar dari pintu mobil.

Ketiganya lantas terjatuh ke jalan bersamaan dengan kaburnya para penjahat itu.

"Saya langsung sadar kalau itu penculik seperti yang saya lihat di televisi dan di YouTube. Makanya saya berkeras ingin menyelamatkan teman saya. Saat itu kami langsung lapor ke warga dan pak guru," pungkas AD.

Sementara itu kepala sekolah ketiga bocah tersebut mengatakan, ketiga siswanya tersebut dikenal rajin, berkepribadian baik dan pemberani.

DE merupakan siswa pindahan dari SD sebelah, sehingga sementara masih mengenakan seragam yang berbeda.

"Mungkin karena parasnya yang ganteng dan kulitnya yang putih, DE jadi sasaran penculik. Mereka itu anak-anak baik dan jujur. Syukur alhamdulilah, mereka lolos dari penculikan. Kami himbau kepada orangtua untuk mengawasi anak-anaknya," kata Anggarini.

Orangtua DE Pulang

Ibunda DE, PP, mengatakan, selepas menerima kabar penculikan yang menimpa anak pertamanya itu, ia dan suaminya langsung bergegas pulang dari Jakarta ke kampung halaman di desa di Kecamatan Karangrayung.

Selama ini suaminya bekerja sebagai mandor bangunan dan ia adalah guru lepas di Jakarta.

"Hubungan saya dan suami, harmonis dan baik-baik saja. Kami pun khawatir dengan anak kami, makanya kami langsung pulang. Semalam sudah sampai sini. Kami merantau ke Jakarta dan meninggalkan DE dengan kakek neneknya di kampung. Alhamdulilah anak saya selamat," terang PP.

Akibat insiden percobaan penculikan ini, PP berencana memboyong putra semata wayangnya itu ke Jakarta dalam beberapa hari ini.

Ilustrasi
Ilustrasi (The Journal)
Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved