Diduga Ada Pungli di Rutan Labuhan Deli, Oknum Petugas Kutip Rp 10 Ribu Formulir Kunjungan Napi
M Nuh (42), salah satu pengunjung yang mengeluh karena dimintai uang sebesar 10 ribu rupiah per 1 formulir.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap |
TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Diduga oknum petugas Rutan Kelas II B Labuhan Deli melakukan pemungutan dana formulir kunjungan narapidana yang harusnya gratis kepada keluarga yang berkunjung.
M Nuh (42), salah satu pengunjung yang mengeluh karena dimintai uang sebesar 10 ribu rupiah per 1 formulir.
Menurutnya dana tersebut dimintai untuk pembayaran formulir yang dicetak oleh bagian administrasi sebelum masuk ke Rutan.
Yang mengherankan, dana tersebut dikutip oleh petugas yang ada didalam lapas, dan bukan yang ada dibagian administrasi.
"Aku heran nengok penjara ini, di dindingnya tertera awas pungli dan zona integritas. Namun saat berada di dalamnya saya dimintai uang untuk pembayaran administrasi formulir kunjungan.
Dana tersebut tak tau akan digunakan untuk apa, soalnya yang saya tau tidak ada pungutan biaya apapun kalau berkunjung," ucap M Nuh kepada Tribun Medan, Sabtu(8/2/2020).
"Yang anehnya lagi, dana itu diminta didalam ruang tunggu bukan dibagian administrasi depan," tambahnya.
Ia menceritakan bagaimana kronologi terjadinya pemungutan.
Bermula saat ia hendak ingin mengunjungi kerabatnya yang berada didalam Rutan untuk pertama kali, Ia membuat formulir kunjungan di bagian administrasi kunjungan, semua berjalan seperti semestinya.
"Bermula saat itu saya mendaftar untuk mengambil formulir di bagian depan, KTP saya diminta untuk mengisi data diri saya.
Lalu saya masuk ke ruang pemeriksaan pertama dan memberikan formulir tersebut kepada polisi lapas, dimana disitu dilarang membawa Ponsel (HP)," jelasnya.
Namun saat sudah mulai memasuki ruang tunggu/ruang keluarga. Ia dihampiri seorang pemuda dan dimintai uang sebesar 10 ribu dengan alasan untuk uang formulir.
"Lepas dari pemeriksaan, saya duduk diruang tunggu keluarga bersama adik saya. Kami menunggu cukup lama untuk kedatangan kerabat kami yang ada didalam sel.
Sembari kami menunggu, datang seorang pria mengenakan kaus Oranye menghampiri kami sambil membawa formulir yang kami berikan tadi. Ia mengatakan kepada kami bahwasanya keluarga kami tidak ada dilokasi.
Mendengar hal itu kami keluar dan meninggalkan ruangan tersebut. Kami diikuti olehnya dan meminta uang kepada kami karena sudah mencetak formulir kunjungan," cetus nya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/diduga-oknum-nakal-bermain-dengan-formulir-kunjungan-narapidana-di-rutan-labuhan-deli.jpg)