Virus Corona

Kisah Dokter China Li Wenliang Mengharukan, Peringatkan Virus Corona, Dibungkam Akhirnya Meninggal

Kisah Dokter China Li Wenliang Mengharukan, Peringatkan Virus Corona, Dibungkam Akhirnya Meninggal

Editor: Salomo Tarigan
WEIBO, thinkchina.sg/onlineindus.com
Kisah Dokter China Li Wenliang Mengharukan, Peringatkan Virus Corona, Dibungkam Akhirnya Meninggal 

T R I B U N-MEDAN.com - Kisah Dokter China Li Wenliang Mengharukan, Peringatkan Virus Corona, Dibungkam Akhirnya Meninggal.

//

Dokter China, Li Wenliang, yang dikenal sebagai petugas medis pertama yang memperingatkan bahaya virus corona, meninggal dunia akibat virus ini hari Kamis (06/02), dalam usia 34 tahun.

LIGA Italia: Jadwal Inter Milan vs AC Milan, Persiapan Khusus Zlatan Ibrahimovic

Ia meninggalkan seorang anak dan istri yang tengah hamil.

Li Wenliang, yang bekerja di satu rumah sakit di Wuhan, pada bulan lalu menggunakan media sosial untuk memperingatkan rekan-rekannya petugas medis agar berhati-hati ketika menangani penyakit baru yang misterius.

Peringatan yang ia keluarkan membuatnya sempat berurusan dengan polisi setempat.

Ia dianggap menyebarkan berita bohong.

LIGA Italia: Jadwal Inter Milan vs AC Milan, Persiapan Khusus Zlatan Ibrahimovic

Nama Andre Rosiade Tertera di Kuitansi Pemesanan Kamar Hotel 606 dan 608, Gerebek PSK Online

Sebulan kemudian ia dianggap pahlawan, sesudah ia menceritakan kisahnya dari tempat tidur rumah sakit.

"Halo semua. Ini Li Wenliang, dokter mata dari Rumah Sakit Pusat Wuhan," katanya dalam satu unggahan.

Dr Li bekerja di pusat wabah bulan Desember ketika ia perhatikan tujuh kasus virus yang ia anggap mirip dengan Sars, yang mewabah tahun 2003.

Kasus-kasus ini diduga berasal dari pasar makanan laut Huanan di Wuhan dan pasien-pasiennya dikarantina di rumah sakit.

Nama Andre Rosiade Tertera di Kuitansi Pemesanan Kamar Hotel 606 dan 608, Gerebek PSK Online

Pada tanggal 30 Desember, ia mengirim pesan di grup obrolan sesama dokter dan memperingatkan mengenai wabah ini dan menyarankan mereka untuk memakai pakaian pelindung untuk mencegah infeksi.

Saat itu Dr Li dan kebanyakan rekannya tidak tahu bahwa penyakit itu berasal dari virus corona baru.

Sesudah sakit, Dr Li mengunggah di media sosial Weibo kenapa pihak berwenang masih menyatakan tak ada staf medis yang terinfeksi.

Lalu empat hari kemudian ia dikunjungi oleh petugas dari Biro Keamanan Umum yang memintanya untuk menandatangani sepucuk surat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved