Berlangsung Hingga Pagi, 8 Fakta dan 10 Adegan pada Rekonstruksi Penyiraman Novel Baswedan

Dalam rekonstruksi yang digelar berjam-jam ini, diperagakan sebanyak 10 adegan.

TribunJakarta/Kompas
8 Fakta Rekonstruksi Adegan Penyiraman Air Keras, Novel Baswedan Ngaku Belum Lihat Tersangka. 

TRIBUN-MEDAN.com, Pihak kepolisian telah menggelar rekonstruksi adegan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan pada Jumat dini hari (7/2/2020).

Rekonstruksi berlangsung dengan kawalan ketat puluhan anggota kepolisian.

Berikut sederet fakta rekonstruksi adegan penyiraman air keras Novel Baswedan dirangkum TribunJakarta:

1. Rekonstruksi berlangsung tertutup

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti Haryadi menegaskan, pengawalan di rekonstruksi merupakan hal biasa.

"Itu adalah hal wajar dalam pelaksanaan rekonstruksi di mana pun, pengamanan dan penjagaan di sekitar lokasi," ujar Deddy.

Lebih lanjut, Deddy menegaskan, pengawalan ketat yang dilaksanakan semata-mata demi kelancaran proses rekonstruksi tersebut.

Setelah Babi, 21 Ekor Sapi Mati Tanpa Sebab yang Jelas di Kintamani Bali

"Pelaksanaan rekonstruksi pengamanan baik barometer maupun supaya pelaksanaan rekonstruksi berjakan lancar sesuai dengan waktu ditetapkan," ujar Dedy.

Ketika rekonstruksi berlangsung polisi tidak memperbolehkan warga dan awak media yang meliput mendekati lokasi. Awak media dijauhkan sekitar 500 meter dari tempat kejadian perkara.

"Mundur ya, maaf ya," kata salah satu anggota polisi bersenjata laras panjang sambil mengangkat kedua tangannya.

"Enggak boleh, enggak boleh," tutur polisi lainnya saat awak media coba melewati petugas tersebut.

Jumlah petugas kepolisian yang berjaga mencapai puluhan. Mereka menutup setiap portal jalanan yang mengarah ke arah rumah Novel.

Petinggi BNI Angkat Bicara Terkait Saldo Rekening King of The King Senilai Rp 720 Triliun

Polisi yang berjaga pun berasal dari satuan yang berbeda-beda, mulai dari Babinkamtibmas, Satreskrim, Tekab, dan Brimob

2. Berlangsung 3 jam lebih

Rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan berlangsung selama 3 jam lebih, Jumat (7/2/2020) dini hari hingga pagi.

Dalam rekonstruksi yang digelar berjam-jam ini, diperagakan sebanyak 10 adegan.

Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti Haryadi mengatakan, ada adegan-adegan tambahan yang juga diperagakan di lapangan.

Ban Mobil Pecah di Jalan Tol? Ini Cara Klaim Ganti Ruginya ke Jasa Marga

"Ada 10 adegan dan ada beberapa adegan tambahan sesuai dengan pembahasan tadi di lapangan," kata Dedy selepas rekonstruksi di dekat rumah Novel, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

10 adegan plus tambahannya, kata Dedy, berdasarkan pembahasan di lapangan dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Menurutnya, gelaran rekonstruksi ini juga telah sesuai dengan petunjuk dari JPU.

"Ini dalam rangka memenuhi petunjuk dari JPU. Dalam P19-nya ini kami lakukan sesuai dengan apa yang sudah kami bahas sebelumnya," terang Dedy.

Dedy pun menuturkan rekonstruksi ini untuk melengkapi berkas secara keseluruhan.

"Intinya adalah supaya alat bukti dan keterangan para saksi dan tersangka dapat kami uji di lapangan," katanya.

Viral Kisah Peserta CPNS yang Melahirkan saat Jalani Ujian, Sempat Menduga Kontraksi Palsu

"Selanjutnya berkas perkara yang sudah kami lengkapi akan kami kirim kembali ke rekan-rekan di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta," tutup Dedy.

3. Tersangka Dihadirkan

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, dalam rekonstruksi terlihat dihadirkan dua orang tersangka penyiraman air keras tersebut.

Hal itu juga dikonfirmasi Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Dedy Murti Haryadi.

"Tersangka datang dong, kan rekontruksi," kata Dedy kepada wartawan di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

BKN Bahas Jimat pada Tes SKD CPNS 2019 dan Minta Jangan Khawatir Jika Gagal, Masih Ada CPNS 2020

4. Novel Baswedan tak ikut

Penyidik Senior KPK Novel Baswedan tak mengikuti rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap dirinya meski berada di rumah.

Novel Baswedan mengaku, ia tak menyaksikan rekonstruksi tersebut karena sempat melihat lampu jalan tak menyala.

"Saya melihat tadi malam lokasi jalan dimatikan, lampu jalan, sehingga saya meyakini bahwa akan menggunakan lampu penerangan portable (lampu sorot)," imbuh Novel Baswedan.

Jika terkena sorotan cahaya secara langsung, mata kanannya itu akan mengalami iritasi.

"Ketika mata kiri saya sudah permanen tidak bisa lihat lagi, tentu saya harus hati-hati sekali dengan mata kanan saya. Pilihannya itu maka dilakukan dengan kegiatan rekon tadi saya sampaikan ke penyidik bahwa saya tidak bisa mengikuti," tegas Novel Baswedan.

BKN Bahas Jimat pada Tes SKD CPNS 2019 dan Minta Jangan Khawatir Jika Gagal, Masih Ada CPNS 2020

5. Baru pulang dari Singapura

Novel Baswedan turut buka suara terkait keterangan yang menyebutkannya masih di Singapura.

Penyidik senior KPK itu mengaku, berada di Singapura pada hari Senin (3/2) hingga Rabu (5/2).

Saat itu, ia menjalani perawatan serius terhadap matanya selama di Singapura.

"Jadi ketika saya tidak strik, mengikuti ketentuan bahwa saya tidak boleh banyak aktivitas di mata kiri," ujar Nove Baswedan.

6. Peran Novel digantikan

Novel Baswedan tidak mengikuti rekonstruksi yang dilaksanakan Polda Metro Jaya di sekitar kediamannya pada dini hari ini dan digantikan peran pengganti.

"Kami mendapatkan informasi dari dalah satu kuasa hukumnya yang menyatakan bahwa yang bersangkutan sedang berada di Singapura," tutur Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti kepada wartawan di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

7. Novel belum lihat tersangka

Novel Baswedan mengaku tak melihat tersangka di kasus penyiraman air keras dirinya meski rekonstruksi dilaksnakana di kawasan rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Belum (lihat), karena gelap tadi," imbuh Novel Baswedan.

Novel mengatakan dirinya memang tidak memantau proses rekonstruksi yang berlangsung dari pukul 03.00 WIB.

Aras Community, Wadah Perupa Muda Medan yang Resah

Namun, ia sempat keluar rumah saat menjalankan ibadah Shalat Subuh berjamaah.

"Saya sempat keluar ke masjid gelap, saya enggak terlalu jelas lihat, dan kondisi mata saya memang sedang ada masalah," ujar Novel Baswedan.

8. Kritik Novel

Novel Baswedan menilai pemilihan waktu dini hari tidak harus dilakukan.

Menurutnya, meskipun peristiwa penyiraman air keras 2017 lalu terjadi saat dini hari, rekonstruksinya bisa digelar lebih fleksibel.

Penyidik senior KPK ini menganggap, rekonstruksi bisa digelar ketika masih terang dan di luar tempat kejadian perkara.

"Iya saya sepakat. Memang rekonstruksi kan mustinya dibikin lebih terang, tempatnya juga enggak harus di sini, waktunya juga enggak harus sama, dan lain-lain," kata Novel di kediamannya, Jalan Deposito, Kelaa Gading, Jakarta Utara, pagi tadi.

KPU Simalungun Segera Verifikasi Administrasi Paslon Perseorangan Wagner-Abidin

Meski tak setuju dengan pemilihan waktu saat rekonstruksi tadi, Novel enggan melangkahi keputusan penyidik.

Ia menilai ada pertimbangan sendiri dari polisi yang dia tak bisa ikut campur.

"Tapinya kan tentunya penyidik punya pertimbangan sendiri dan saya tidak ingin mencampuri," kata Novel Baswedan. (*)

Artikel ini sudah tayang di Tribun Jakarta dengan judul : 8 Fakta Rekonstruksi Adegan Penyiraman Air Keras, Novel Baswedan Ngaku Belum Lihat Tersangka

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved