Wacana Pemulangan Eks ISIS Tuai Polemik - Ini Beda Respons Jokowi, Prabowo dan Mahfud MD
Menteri Agama Fachrul Razi mengataka, pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait pemulangan WNI eks ISIS.
"Dan keputusan pasti kita ambil di dalam rapat terbatas setelah mendengarkan kementerian-kementerian," imbuhnya.
2. Mahfud MD Khawatir WNI Eks ISIS Jadi 'Virus Baru'
Penolakan juga dilontarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD.
Mahfud MD mengatakan, pemulangan WNI eks ISIS sangat berisiko terhadap keamanan bangsa.
"Ada manfaat dan mudaratnya masing-masing," ujar Mahfud MD.
"Mulai dari mudaratnya, kalau dipulangkan itu nanti bisa menjadi masalah di sini."
"Bisa menjadi 'virus baru' dalam terorisme."
"Karena dia jelas-jelas pergi ke sana menjadi teroris," ucap Mahfud MD.
Dikutip dari Tribunnews.com, Mahfud MD juga menyatakan kesulitan adaptasi yang akan dialami oleh WNI eks ISIS tersebut.
"Kalau nanti habis deradikalisasi diterjungkan ke masyarakat nanti bisa kambuh lagi, kenapa?," kata Mahfud MD
"Karena di tengah masyarakat nanti dia diisolasi, dijauhi. Kalau dijauhi nanti dia jadi teroris lagi kan."
Mahfud MD mengatakan pemerintah saat ini sedang mencari formula yang tepat, terkait WNI eks ISIS.
"Kita sedang mencari formula, bagaimana aspek hukum serta aspek konstitusi dari masalah teroris pelintas batas ini terpenuhi semuanya. Kalau ditanya ke Menkoplhukam itu jawabannya," tutur dia.
Mantan Ketua MK itu pun menanggapi soal paspor WNI yang bergabung dengan ISIS.
Menurutnya, paspor itu bisa dicabut, karena para WNI pergi ke luar negeri untuk menjadi teroris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jokowi-dan-prabowo-jalan-bareng.jpg)