Breaking News

RSUD Pirngadi Terlilit Utang Rp70 Miliar, DPRD Medan Minta Fasilitas Ditingkatkan

"Pengeluaran lebih besar dibanding pemasukan. Besar pasak daripada tiang," kata Dhiyaul

Tribun Medan/Natalin Sinaga
RSUD Pirngadi Medan 

TRIBUN-MEDAN.com-RSUD Pirngadi Medan dililit utang sebanyak Rp70 miliar dan pendapatannya menurun.

Anggota Komisi II DPRD Kota Medan Dhiyaul Hayati mengatakan, turunnya pendapatan RSUD Pirngadi antara lain karena kecilnya kepercayaan masyarakat pada rumah sakit milik Pemko Medan itu.

Masalah lainnya adalah aturan rujukan berjenjang yang membuat pasien dari puskesmas harus ke RS tipe C, sebelum dipindahkan ke rumah sakit tipe B. Adapun RSUD Pirngadi saat ini bertipe B+.

"Utangnya Rp70 miliar, dan ternyata sejak 2012 bertumpuk untuk membiayai rumah sakit ini. Bertumpuklah utang itu. Pengeluaran lebih besar dibanding pemasukan. Besar pasak daripada tiang," kata Dhiyaul.

Ia menjelaskan rekomendasi yang harus dilakukan adalah membuka semua zona rujukan dan menghapuskan rujukan berjenjang.

"Harus dibenahi pelayanan RS dan diperbaiki fasilitas dan sarana RS dengan program multi-years. Sebagai rumah sakit milik Pemko Medan, harusnya menjadi prioritas dalam pembenahannya," ucapnya.

Ia mengatakan sebagian fasilitas rumah sakit telah rusak dan perlu diperbaiki.

Anggota Fraksi PKS ini juga menyoroti tentang minimnya kepercayaan masyarakat dalam memilih RSUD Pirngadi.

"RS Pirngadi itu rumah sakit pendidikan, jadi tidak langsung ketemu dengan dokter, tapi ketemu dengan koas (dokter muda). Jadi memang hal itu yang menyebabkan orang lebih memilih rumah sakit lain, daripada RS Pirngadi. Itu keluhan masyarakat," ungkapnya.

Kata Dhiyaul, seharusnya dokter muda didampingi oleh para dokter spesialis.

"Perlu pembenahan dari segi pelayanan dengan menghadirkan dokter-dokter konsultan disana bukan hanya dokter koas. Sarana dan prasarana diperbaiki terutama gedung perlu pembenahan," ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen sepakat infrastruktur RS Pirgadi perlu dibenahi, begitu juga dalam pelayanan kedokteran kepada masyarakat.

"Kita lihat tempat parkiran sudah teratur, sudah ada taman, dan sudah ada kemajuan. Meskipun begitu masih perlu perbaikan seperti eskalator yang perlu diperbaiki. Selain itu pelayanan kedokteran kepada masyarakat jangan ada yang lalai," ujar Wong.

Ia berharap RSUD Pirgadi bisa menjadi rumah sakit utama di Kota Medan dengan pelayanan yang maksimal sehingga setiap warga dapat peduli dengan RS Pirgadi ini.

"Pelayanan RS Pirngadi harus ditingkatkan lagi. Kita lihat RS Pirngadi masih tekor. Kita harapkan masyarakat Kota Medan ini bisa menjadi salah satu rujukan ke RS Pirngadi," katanya.

(nat/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved