Rindu Bertemu Anak Diobservasi di Natuna, Tri Suto Curhat Sampai Bikin Menkes Senyum-senyum
Awal mula curhatan tersebut ketika Najwa Shihab mempertanyakan sejauh mana kemudahan untuk komunikasi dengan anaknya yang diobservasi di Natuna.
Lebih lanjut, Tri Suto menuturkan kelegaannya karena bisa komunikasi langsung dan adanya perhatian pemerintah.
"Saya juga titip-titip ke Ibu Wagub," tegas Tri Suto.
• Pelaku Percobaan Pemerkosaan Batal Bertindak setelah Si Perempuan Sebut Dirinya Terkena Virus Corona
Tak sampai disitu, Tri Suto menuturkan sebuah permintaan kepada Menteri Kesehatan dr Terawan.
"Saya minta ke Bapak Menkes, kalau bisa masa observasi sebelum 14 hari dan dinyatakan sembuh, diperbolehkan pulang. Tapi sesuai dengan keterangan Bu Wagub gak boleh dulu."
"Harus 14 hari, bahkan Bu Wagub bilang akan menambah 2 hari lagi untuk keliling Natuna," tegas Tri Suto.
Permintaan Tri Suto itu sontak membuat dr Terawan tampak terkekeh dan senyum-senyum.
Adanya pernyataan itu membuat Najwa Shihabmempertanyakannya ke Menteri Kesehatan.
"Memungkinkan tidak untuk pulang sebelum 14 hari Pak Menteri?" tanya Najwa Shihab.
"Tidak," tegas dr Terawan.
"Dikasih penjelasan Pak Menteri," aku Najwa Shihab.
• Butuhkan Dukungan Investor, Pemkot Medan Siap Kerja Sama dengan Swiss
"Loh penjelasannya tidak, itu aturan karena sesuai peraturanobservasi di WHO," jelas dr Terawan.
Sementara itu, Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif memaparkan 14 hari merupakan masa inkubasi terlama.
"Jadi untuk kehati-hatian, 14 hari ditentukan sebagai observasi," paparnya.
Penjelasan Pangkogabwilhan
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya Yudo Margono membantah WNI diobservasi di Natuna kesulitan komunikasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/curhatan-tri-suto-ke-menkes.jpg)