Regal Springs Miliki Kapasitas Produksi Ikan Fillet hingga 47 Ton Per Hari
Hanya dibutuhkan waktu kurang lebih 1,7 menit untuk memisahkan bagian daging dari tulang ikan tilapia (nila).
Penulis: Eti Wahyuni |
TRIBUN-MEDAN.COM - Hanya dibutuhkan waktu kurang lebih 1,7 menit untuk memisahkan bagian daging dari tulang ikan tilapia (nila).
Selanjutnya, masing-masing bagian ikan mulai daging, kepala, isi perut, duri (kerangka) hingga sisik dan kulit akan dimanfaatkan secara terpisah.
Semua proses ini adalah bagian dari produksi di pabrik pengolahan ikan PT Regal Springs Indonesia (RSI) di Naga Kisar, Serdang Bedagai, Kamis (6/2) yang dipraktekkan secara langsung oleh Processing Plan Manager, Joko Suhendro di hadapan wartawan.
Ia menjelaskan, ikan yang telah melalui proses pembesaran di Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Toba, disembelih secara khsusus untuk mengeluarkan seluruh darahnya sehingga dihasilkan daging yang putih dan bersih. Proses pemindahan hingga penyembelihan ini untuk satu truk dibutuhkan waktu kurang lebih 20 menit menggunakan tenaga kerja sebanyak 8 orang.
"Kami melakukan semua proses secara manual. Karena dari pengalaman saya di beberapa pengolahan ikan sebelumnya, cara manual adalah cara yang paling baik dan efisien. Jika menggunakan mesin ada daging yang lost hingga 5 persen" ujar Joko yang didampingi External Affairs Senior Manager, Kasan Mulyono.
Dijelaskan Joko, pihaknya memiliki 1.737 karyawan di mana 98 persen di antaranya adalah adalah warga sekitar pabrik. Dengan tenaga kerja tersebut, kapasitas produksi pabrik ini mencapai 47 ton per hari dalam bentuk ikan fillet yang siap dipasarkan. Ikan ini dihasilkan dari 110-115 ton ikan hidup. Jika diakumulasi, pabrik ini mampu menghasilkan produksi ikan fillet dalam jumlah 20 ribu ton per tahun.
Ikan-ikan fillet yang dipasarkan dalam bentuk beku (frozen) ini dipasarkan ke negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Namun, beberapa waktu belakangan, sebagian ikan fillet dipasarkan di pasar domestik. Dalam keadaan beku, ikan ini memiliki masa kedaluwarsa hingga 24 bulan ke depan.
"Sebagian besar masih untuk pasar ekspor. Untuk pasar lokal hanya 5 persen dari keseluruhan produk kami," katanya.
Bukan hanya fillet, pabrik ini mengolah semua bagian ikan menjadi produk. Bahkan tulangnya digiling menjadi tepung ikan sebagai bahan pakan atau pelet untuk ikan lele. Sementara isi perut diproses sedemikan untuk dijadikan sebagai minyak bio diesel. Kulit ikan digunakan sebagai bahan farmasi.
"Kulit ikan ini disebut-sebut paling bagus dijadikan untuk pengobatan luka bakar. Sedangkan sisik ikan untuk produk kecantikan," kata Joko.
Selain itu, kata Joko, saat ini pihak RSI melalui program New Product Development (NPD) sedang menjajaki kemungkinan untuk menciptakan diversifikasi produk seperti kerupuk kulit ikan yang sedang diujicoba di Surabaya.
Di akhir penjelasannya Joko mengatakan, berdasarkan survey sebuah lembaga independen dari Vietnam, ikan tilapia yang dikembangkan Regals Springs di KJA Danau Toba merupakan satu dari dua ikan tilapia terbaik di dunia. Yang lainnya adalah yang dikembangkan di Guangzhou, China.
Kasan Mulyono menambahkan, setiap tahun pihaknya melakukan survey oleh lembaga independen untuk membuat penilaian soal kualitas ikan tilapia dan dari survey tersebut ternyata ikan tilapia ini memiliki citarasa yang paling digemari. (ew)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/country-plan-manager-pt-regal-springs-indonesia-rsi-joko-suhendro.jpg)