Putra Batak Waldensius Girsang Torehkan Prestasi Mendunia, Temukan Metode Baru Operasi Saraf Mata

Tidak tanggung, disertasi pria 27 Juli 1959 ini merupakan penemuan baru dalam pengobatan mata di dunia.

Tribun Jogja
dr. Waldensius Girsang, Sp.M(K) usai memaparkan hasil penelitiannya berjudul pada ujian terbuka penerimaan gelar doktor ilmu kedokteran dan kesehatan FKKMK UGM, Senin (3/2/2020). 

Sementara Vitreoretinopati proliferatif atau proliferative vitreoretinopathy (PVR) adalah kondisi yang muncul akibat lepasnya retina karena robekan atau lubang di retina (ablasio retina rhegmatogen). Kondisi ini akan mengurangi tingkat keberhasilan operasi penempelan retina.

Penanganan ablasio retina rhegmatogen yang disertai PVR umumnya dilakukan dengan operasi menggunakan minyak silikon.

Ablasio retina rhegmatogen yang disertai dengan PVR tergolong kasus yang cukup sulit dalam bidang bedah vitreoretina.

Hal itu diungkapkan oleh Waldensius Girsang saat memaparkan hasil penelitiannya.

Waldensius Girsang mengangkat permasalahan ini sebagai topik disertasinya dan mengembangkan metode baru retinektomi relaksasi radial sebagai teknik bedah yang sangat membantu dalam kasus ablasio retina dengan PVR tingkat lanjut.

Waldensius Girsang dan Junimart Girsang
Waldensius Girsang dan Junimart Girsang (Istimewa)

Atasi Perut Kembung dengan Ragam Buah-buahan Berikut, Ada Jeruk hingga Alpukat

KABAR PERSIB - Jadwal Persib Bandung vs Barito Putera, Pelatih Persib Robert Anggap Lawan Ideal

"Saya membuat suatu metode baru untuk mengoperasi saraf mata pada gangguan karena lepas saraf mata dari tempat penempelanya dengan ablasi retina. Sehingga hasilnya lebih maksimal, lebih murah dan lebih cepat kerjanya, lebih baik dengan cara memotong retina secara radial yang selama ini melintang. Cara ini membuat hasilnya lebih baik karena apabila ada retina yang lepas biasanya harus dibantu dengan pemakaian minyak silikon," kata dia.

Dengan metode retinektomi relaksasi radial, operasi penempelan retina dapat dilakukan dengan tamponade gas yang sebelumnya menggunakan minyak silikon.

Pemantauan pasien dilakukan selama enam bulan pascaoperasi agar lama pengamatan hasil operasi menunjukkan hasil yang cukup mewakili keadaan praktik sehari-hari.

"Minyak silikon kalau sudah nempel bagus, 3-6 bulan kemudian harus dikeluarin lagi operasi kedua. Sementara teknik yang saya buat ini tidak perlu lagi pakai minyak silikon, cukup pakai tamponade gas. Kenapa? Minyak silikon kadang-kadang membuat suatu komplikasi yang tidak kita inginkan," ujarnya.

BERITA REYNHARD SINAGA: Ternyata Jaksa gak Puas, Ingin Hakim Tambah Hukuman

BEDA Pendapat KPK dan Polri terkait Kompol Rosa, Hubungan Harun Masiku dan Ketua PTIK? Kapolri Jawab

Akibatnya minyak silikon bisa membuat tekanan bola mata menjadi tinggi dan bisa menjadi rendah setelah dikeluarkan, sehingga penglihatan mata semakin menurun lagi.

"Justru itu kita hindarkan pemakaian minyak silikon pada penyakit retina," ujar Dokter Spesialis Mata JEC Eye Hospitals and Clinics ini.

Metode retinektomi relaksasi radial dengan tamponade gas ini mendapatkan angka keberhasilan yang memuaskan, baik secara anatomis maupun fungsional serta efek samping yang relatif rendah.

Tindakan ini juga dapat mempercepat dan menghemat biaya operasi karena memungkinkan penggunaan gas pada kasus ablasio retina rhegmatogen dengan PVR sehingga tidak perlu dilakukan dua kali operasi pada teknik yang biasa dilakukan.

"Hasil dari penelitian ini menunjukkan angka keberhasilan yang lebih baik dari sejumlah penelitian terdahulu dengan berbagai variasi teknik retinektomi," pungkasnya.

(cr12/tribun-medan.com)

Sebagian dikutip dari Tribun Jogja dengan judul Raih Gelar Doktor setelah Meneliti Metode Baru Retinektomi Relaksasi Radial

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved