News Video

Tanggap Virus Corona, Dinkes Karo Minta Puskesmas Lebih Awas Laporan Penyakit Dari Masyarakat

Berdasarkan survei, sampai dengan tanggal 27 Januari 2020 kemarin sudah ditemukan 2.798 kasus dilaporkan dengan 80 kematian.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: M.Andimaz Kahfi

Tanggap Virus Corona, Dinkes Karo Minta Puskesmas Lebih Awas Laporan Penyakit Dari Masyarakat

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Adanya Virus Corona yang dikabarkan telah menyerang ribuan orang di China, kini sudah menjadi perhatian dunia.

Pasalnya, virus dengan nama lain infeksi coronavirus (2019-nCoV) ini, diketahui sudah merebak ke beberapa negara lainnya.

Dalam menanggapi penyebaran virus ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), telah mengeluarkan surat edaran ke seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di seluruh kecamatan.

Hal ini diungkap oleh Kepala Dinkes Karo Irna Safrina Milaa, yang diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Arie O Lopiga.

Arie menegaskan, hingga saat ini untuk di Kabupaten Karo memang belum ditemukan adanya masyarakat yang diduga terindikasi virus corona.

Namun begitu, sesuai dengan rekomendasi dan arahan dari Kemenkes pihaknya langsung melakukan pencegahan dengan memperketat pemantauan ke masyarakat.

"Berdasarkan rekomendasi dan surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kita harus melakukan tindakan kesiapsiagaan terkait adanya virus corona," kata  Arie, saat ditemui di Kantor Dinkes Karo, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe, Senin (3/2/2020).

"Kita sudah berikan surat edaran kepada Puskesmas, agar lebih awas terhadap laporan masyarakat yang mengeluhkan sakit dengan ciri-ciri seperti orang yang terinfeksi virus corona," sambungnya.

Menurut surat edaran yang dikeluarkan oleh Kemenkes, Word Health Organization (WHO) sudah mengatakan kasus ini sudah masuk ke dalam level yang beresiko tinggi terutama di Tiongkok, regional, dan global.

Sehingga negara lainnya, terutama yang cukup berdekatan dengan China wajib meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaannya.

Berdasarkan survei, sampai dengan tanggal 27 Januari 2020 kemarin sudah ditemukan 2.798 kasus dilaporkan dengan 80 kematian.

Dari keseluruhan ini, 2.761 di antaranya berasal dari China, dan sisanya tersebar di 11 negara lainnya.

Arie kembali melanjutkan, adapun arahan yang mereka berikan ke seluruh petugas Puskesmas adalah dengan memantau secara ketat penyakit pneumonia (radang paru-paru) di wilayah kerja masing-masing.

Kemudian, pihaknya juga meminta agar petugas secara intens memberikan pemahaman dan informasi yang jelas perihal virus corona kepada masyarakat.

"Kita minta kepada petugas untuk memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat. Supaya tidak terjadi berita yang simpang siur, yang membuat masyarakat menjadi resah," tuturnya.

Kepada masyarakat sendiri, pihaknya meminta agar masyarakat tetap terus menerapkan pola hidup sehat.

Dirinya mengatakan, pencegahan pneumonia dapat dilakukan secara dini oleh masyarakat.

Seperti mengutamakan kebersihan, dan menjaga etika ketika batuk serta bersin.

Kemudian, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar cepat untuk memeriksakan kesehatannya jika merasa gejala-gejala pneumonia.

Seperti batuk, demam, flu, serta sesak nafas dengan kondisi akut.

"Tapi walaupun ada nanti yang mengeluh tentang gejala pneumonia, itu tidak langsung dikatakan suspect corona. Karena ada tambahan lagi dari kementerian, pasien harus dilihat lagi apakah memiliki riwayat perjalanan ke wilayah terjangkit selama 14 hari sebelum sakit," urainya.

Selain itu, dirinya juga meminta kepada masyarakat agar tidak memiliki kekhawatiran secara berlebihan.

Pasalnya, hingga saat ini pemerintah sudah melakukan antisipasi secara ketat, terutama di gerbang-gerbang masuk wilayah Indonesia.

"Kita minta masyarakat tenang dan tetap waspada. Informasi yang kita dapat, penyebaran paling cepat itu terjadi antara pasien dengan keluarga dan petugas medis, yang berhubungan secara langsung," ungkapnya.

Saat dirinya perihal antisipasi penanganan, dirinya mengaku untuk regional Sumatera Utara, Rumah Sakit (RS) yang menjadi rujukan berada di RS Adam Malik Medan.

Untuk itu, jika nantinya ditemukan adanya suspect pihaknya langsung menghubungi pihak provinsi, agar mendapatkan arahan lebih lanjut.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved