Tinjau Kapal Selam KRI Alugoro-405, Jokowi Sebut Titik Awal Kemandirian Alutsista dan Puji PT PAL
Presiden Joko Widodo meninjau langsung kapal selam KRI Alugoro-405 di PT PAL Indonesia (Persero), Kota Surabaya, Jawa Timur Senin, (27/1/2020).
Tidak hanya Alugoro, nantinya, kapal selam KRI Cakra yang kini dimodernisasi juga bakal diujicoba di Banyuwangi.
Hal ini sebagaimana disampaikan Director Shipbuilding PT PAL Indonesia Turitan Indaryo.
"(Perairan) Banyuwangi bagus untuk uji coba Kapal Selam. Kita lakukan lagi uji coba KRI Cakra yang saat ini overhoul.
Kapal ini sudah berumur 40 tahun lebih kita perbaiki kita jadikan baru dan kita deliver tahun ini juga di Banyuwangi," katanya.
Usai meninjau KRI Alugoro-405, Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas dengan jajarannya membahas mengenai industri pertahanan, Senin (27/1/2020).
Rapat terbatas kali ini bukan dilakukan di Istana Kepresidenan, Jakarta, melainkan di pabrik PT PAL di Surabaya.
Di pabrik perusahaan pelat merah yang fokus dalam bidang industri galangan kapal itu, Jokowi menegaskan Indonesia harus bisa lepas dari ketergantungan imporalat utama sistem persenjataan (alutsista).
"Saya ingin mempertegas lagi bahwa kita harus fokus terhadap pembenahan ekosistem industri pertahanan baik yang berkaitan dengan fasilitas pembiayaan bagi BUMN, klaster industri pertahanan, maupun ketersambungan dengan industri komponen baik itu komponen pendukung maupun bahan baku," kata Presiden Jokowi seperti dikutip dari siaran pers resmi.
"Termasuk di dalamnya adalah reformasi supply chain dan pengembangan industri lokal untuk mengurangi ketergantungan kita kepada barang-barang impor," sambungnya.
Jokowi juga menekankan industri pertahanan harus dikelola dan dijalankan sesuai dengan tata kelola yang baik sehingga mampu meningkatkan efisiensi operasinya.
Presiden mengingat saat pertama kali mengunjungi PT PAL Indonesia pada 2015 lalu.
Saat itu, ia menaruh kesan bahwa BUMN ini tidak dikelola dengan baik.
Namun, setelah dilakukan pembenahan dan mendapat penambahan modal hingga Rp 1,5 triliun, ia kini menilai manajemen PT PAL tampak jauh lebih baik.
"Saya sangat senang saya masuk ke sini lagi, berarti empat tahun setelah itu, kelihatan sekali ada sebuah perubahan manajemen.
Saya ini orang pabrik, jadi melihat dan masuk ke sebuah ruangan itu kelihatan ada manajemennya apa tidak, tata kelola benar atau tidak, kelihatan sekali," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jokowi-tinjau-kapal-selam-kri-alugoro-405.jpg)