Ibu Muda Akhiri Hidup Setelah Kehilangan Hak Asuh Anak dan Tak Diperbolehkan Bertemu Putranya
Seorang ibu muda bunuh diri setelah kehilangan hak asuh anak dan tak diperbolehkan bertemu putranya oleh mantan suami dan istri barunya.
Ibu Muda Akhiri Hidup Setelah Kehilangan Hak Asuh Anak dan Tak Diperbolehkan Bertemu Putranya
TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita nekat bunuh diri setelah kehilangan hak asuh atas putranya, yang diambil oleh mantan suami bersama istri barunya.
Ia adalah Gulmaisa Zhakybaeva berusia 21 tahun, ditemukan tewas di rumah orang tuanya di kota kecil di Zharkent, Kazakhstan.
Ibu muda itu meninggalkan sepucuk surat.
Isinya, dia menulis bahwa dia didorong ke tepi oleh suaminya Zhanat Kuanyshbaev.
Dalam catatan itu, Gulmaisa mengatakan bahwa Kuanyshbaev memaksanya untuk menulis dan menandatangani sebuah surat.
Surat itu berisi, bahwa dia akan melepas hak asuh putranya dan tak akan berdekatan dengan anak itu.

Ibu satu anak itu juga menulis bahwa dia menandatangani surat di bawah tekanan fisik dan ancaman pembunuhan dari suaminya yang seorang polisi.
Pihak berwajib telah menyatakan ini sebagai kasus kriminal, yang mendorong seseorang untuk bunuh diri.
Tetapi belum ada penangkapan yang dilakukan.
Aidar Abdrakhmanuly, kepala deputi Departemen Kepolisian Distrik Panfilov, mengatakan kepada media setempat bahwa mantan suami Gulmaisa telah diinterogasi dan sekarang sedang cuti sakit.
'' Semua argumen dan klaim kerabat korban akan diperiksa,” ucap Aidar.
Sementara itu, kerabat Gulmaisa takut kasus itu hilang dan meminta penyidik bersikap adil.
Ibu Gulmaisa, Ardak Zhakybaeva, yang menemukan tubuh putrinya bersama catatan kematian, mengatakan kepada media setempat bahwa dirinya mengira sang putri berbahagia dalam pernikahannya.

''Kami pikir putri bahagia, sampai baru-baru ini, mertuanya menelfon dan berkata 'Bawa putri Anda pergi dari rumah kami.
Zhanat ingin membawa pulang istri baru.
Jadi putri Anda harus pergi,” cerita ibu Gulmaisa.
'' Beberapa hari kemudian Gulmaisa mendatangi kami sambil menangis dan mengatakan bahwa Zhanat mengusirnya keluar dari rumahnya.
'' Saya ingin pria ini dan ayahnya dihukum karena mendorong putri saya untuk bunuh diri.
Gulmaisa Zhakybaeva bekerja sebagai guru bahasa Inggris.
Dia menikahi suaminya 18 bulan lalu.
Bayi laki-laki bernama Sanzhar tinggal bersama kerabat ibunya.
Tetapi anggota keluarga mengatakan ayah bocah itu dapat membawanya pergi kapan saja.
Menurut hukum setempat, seseorang yang terlibat untuk mendorong seseorang untuk bunuh diri akan menghadapi hukuman tiga tahun penjara.
#Ibu Muda Akhiri Hidup Setelah Kehilangan Hak Asuh Anak dan Tak Diperbolehkan Bertemu Putranya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ibu-muda-kehilangan-hak-asuh-anak.jpg)