Ketua PDHI Sumut Dukung Ternak Babi Dimusnahkan: Tidak Ada Cara Lain

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Sumut berpendapat, pemusnahan ternak babi demam babi afrika (ASF) dapat dikendalikan.

Penulis: Maurits Pardosi |
Tribun Medan/Maurits Pardosi
Ketua PDHI Cabang Sumatera Utara. drh. Adhona Bhajana Wijaya Negara, M.Si. 

"Tetapi ini kan tidak ada itu. Makanya tidak ada stamping out (pemusnahan). Tidak usah dikhawatirkan ada pemusnahan, tidak ada itu," katanya.

"Kenapa flu burung ada pemusnahan, karena sudah membahayakan manusia, itu zoonosis. Pemusnahan flu burung itu untuk memutus mata rantainya," lanjutnya.

Kendalikan penyebaran ASF

Azhar mengklaim, Sumut menjadi provinsi yang berhasil mengendalikan penyebaran ASF.

Sumut, kata dia, berbeda dengan 9 negara lain yang lebih dulu mengalami serangan ASF dan terjadi kematian dalam jumlah yang besar.

Azhar menegaskan, tidak akan melakukan depopulasi babi di Sumut dan yakin tidak lama lagi dengan perkembangan 3 bulan ini, angka perkembangan ASF bisa ditekan.

"Kita menjadi satu-satunya provinsi yang bisa menekan perkembangan ASF, dari negara lain," katanya.

"Sampai sekarang kita baru 39.000. Di negara lain langsung habis," lanjutnya.

Diketahui, populasi babi di Sumut mencapai 1,2 juta ekor. Sebanyak 300.000 ekor di antaranya adalah yang dipelihara oleh perusahaan peternakan.

Di perusahaan peternakan babi, kata dia, bahkan tidak ada laporan kematian.

Hanya saja, masih mengalami kerugian karena tidak laku dijual.

"Dari yang biasanya 1 petak 25 ekor, ini 50 ekor," katanya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved