ROCKY Gerung Angkat Bicara soal Polemik Natuna, Prabowo Paham sedangkan Mahfud MD Ngaco
Sebagaimana diketahui, sejumlah Kapal Asing China nekat masuk ke perairan Natuna hingga terjadi perebutan wilayah dengan Indonesia.
ROCKY Gerung Angkat Bicara soal Polemik Natuna, Prabowo Paham sedangkan Mahfud MD Ngaco
TRIBUN-MEDAN.com - Pengamat Politik, Rocky Gerung turut berkomentar terkait polemik di Natuna.
Sebagaimana diketahui, sejumlah Kapal Asing China nekat masuk ke perairan Natuna hingga terjadi perebutan wilayah dengan Indonesia.
Komentar Rocky Gerung soal Natuna disampaikan saat menjadi narasumber di kanal YouTube Resonansi TV yang tayang pada Selasa (14/1/2020).
Rocky Gerung yakin bahwa nantinya akan ada usaha diplomasi yang dibangun agar Indonesia tetap dihormati dalam dunia Internasional.
"Ya pasti nanti ada saling kirim salam diplomatik supaya pelan-pelan kembali pada dasar persoalan supaya enggak ada kehilangan muka di dalam diplomasi internasional yang terjadi," ujar Rocky Gerung.
Namun, ia bertanya-tanya siapa yang akan memberikan pernyataan diplomasi terkait Natuna.
Sedangkan, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi disebut sudah mendukung keinginan presiden untuk menjaga kedaulatan.
"Tapi kan pernyataannya siapa yang musti ngomong? Menteri Luar Negeri ngomongnya sudah membenarkan pikiran Presiden kan."
Jadi dia sudah di tingkat tinggi diplomasi karena musti membaca keinginan presiden yaitu kedaulatan harus ditegakkan, ini high politic," jelasnya.
Menurutnya, apa yang dikatakan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto soal Natuna sudah benar.
Sedangkan diketahui sebelumnya, Prabowo Subianto meminta agar publik lebih kalem dengan masalah Natuna.
"Sementara Menteri Pertahanan mengerti soalnya," ungkap Rocky Gerung.
Sedangkan, baginya pernyataan Menteri Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD soal Natuna malah tidak benar.
Sebelumnya, Mahfud MD menegaskan bahwa tetap akan menolak jalur diplomasi dengan China terkait Natuna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rocky-gerung-sebut-prabowo-subianto-berpotensi-di-reshuffle-singgung-ada-dua-matahari.jpg)