Ratu Keraton Agung Sejagat Bantah Gelar Ritual di Angkringan, Berkilah Shooting Konten Video YouTube
Bukannya ritual Fanni Aminadia menjelaskan dirinya tengah shooting film untuk konten YouTubenya.
Ratu Keraton Agung Sejagat Bantah Gelar Ritual di Angkringan, Berkilah Shooting untuk Konten Video YouTube
Polres Purworejo menangkap Raja Keraton Agung Sejagat, Sinuhun Totok Santoso, dan istrinya Fanni Aminadia pada Selasa (14/1/2020) sekitar 17.00 WIB.
Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat ditangkap saat mereka dalam perjalanan menuju ke Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.
Adanya penangkapan itu dikonfirmasi Dandim 07/08 Purworejo Letkol Muchlis Gasim.
TONTON JUGA
Keduanya saat ini sudah dibawa ke Mapolres Purworejo untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kemunculan Keraton Agung Sejagat ini mulai dikenal publik, setelah mereka mengadakan acara wilujengan dan kirab budaya, yang dilaksanakan dari Jumat (10/1/2020) hingga Minggu (12/1/2020).
Sebelum tertangkap, Toto Santoso diduga warga pernah menggelar kegiatan ritual.
"Kita sebenarnya sudah curiga dengan aktivitas di sana," ujar Kasi Pemerintahan Desa Sidoluhur Adi Arya Pradana dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com, Rabu (15/1/2020).
TONTON JUGA
Kegiatan tersebut digelar di lokasi angkringan.
Mengetahui kegiatan tersebut, pihak desa lantas mendatangi rumah kontrakan Toto Santoso.
Toto Santoso diketahui membuka angkringan di rumah kontrakannya sejak satu tahun lalu.
Saat di lokasi, angkringan milik Toto yang ada berada tepat di halaman sudah di-setting era kerajaan zaman dahulu.
Arya sempat menanyakan kegiatan yang dilakukan oleh Toto saat itu.
Namun yang menjawab adalah Fanni Aminadia, istri dari Toto.
Bukannya ritual Fanni Aminadia menjelaskan dirinya tengah shooting film untuk konten YouTubenya.
"Alasannya shooting film kolosal di angkringan, seperti zaman Majapahit," ucap Arya.
Ketika ditanya kembali, Fanni Aminadia mengatakan ia dan sang suami ingin menjadi YouTuber.
Karena saat itu sedang tren YouTube.
"Bu Fanni ini sangat canggih berkata-kata, waktu itu tren nya YouTube. Mereka mengatakan ingin menjadi YouTuber," kata Arya.
Totok Santoso, dan Fanni Aminadia diketahui diciduk karena diduga menyebarkan berita bohong kepada masyarakat.
"Dugaan sementara pelaku melakukan perbuatan melanggar pasal 14 UU RI No.1 th 1946 tentang peraturan hukum pidana terkait penipuan," jelas Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iskandar Fitriana Sutisna saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/1/2020).
Berdasar pasal tersebut, Totok Santoso dan istrinya terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Selain menangkap Toto Santoso dan Fanni Aminadia, polisi juga menyita sejumlah dokumen dari tangan mereka.
Keraton Agung Sejagat
Kemunculan Keraton Agung Sejagat ini mulai dikenal publik, setelah mereka mengadakan acara wilujengan dan kirab budaya, yang dilaksanakan dari Jumat (10/1) hingga Minggu (12/1).
Keraton Agung Sejagat dipimpin oleh seseorang yang dipanggil Sinuwun yang bernama asli Totok Santosa Hadiningrat dan istrinya yang dipanggil Kanjeng Ratu yang memiliki nama Dyah Gitarja.
Berdasarkan informasi, pengikut dari Keraton Agung Sejagat ini mencapai sekitar 450 orang.
Penasihat Keraton Agung Sejagat, Resi Joyodiningrat menegaskan Keraton Agung Sejagat bukan aliran sesat seperti yang dikhawatirkan masyarakat.
Dia mengatakan Keraton Agung Sejagat merupakan kerajaan atau kekaisaran dunia yang muncul karena telah berakhir perjanjian 500 tahun yang lalu, terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan
Nusantara, yaitu imperium Majapahit pada 1518 sampai dengan 2018.
Perjanjian 500 tahun tersebut dilakukan oleh Dyah Ranawijaya sebagai penguasa imperium Majapahit dengan Portugis sebagai wakil orang barat atau bekas koloni Kekaisaran Romawi di Malaka pada1518.
Jodiningrat menyampaikan dengan berakhirnya perjanjian tersebut, maka berakhir pula dominasi kekuasaan barat mengontrol dunia yang didominasi Amerika Serikat setelah Perang Dunia II.
Menurutnya, kekuasaan tertinggi harus dikembalikan ke pemiliknya, yaitu Keraton Agung Sejagat sebagai penerus Medang Majapahit yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Syailendra.
Sedangkan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Purworejo Rita Purnama menuturkan berdasarkan laporan Kepala Desa Pogung Jurutengah melalui Camat Bayan kegiatan di Keraton Agung Sejagat terindikasi merupakan suatu penipuan.
Pasalnya, cerita sejarah yang disampaikan banyak tidak sesuai.
"Banyak yang tidak sesuai dengan sejarah yang ada, karena dalam rapat terbatas tadi juga mengundang sejarawan di Purworejo," kata Rita.
Artikel ini tayang di TribunJakarta.com dengan judul Sebelum Terciduk, Raja & Ratu Keraton Agung Sejagat Lakukan Ritual di Angkringan: Mau Jadi YouTuber
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/raja-keraton-agung-sejagat-klaim-mampu-gaji-pengikut-100-dollar-tiap-bulan.jpg)