Setelah jadi Polemik, Akhirnya Gubernur Edy Sebut Festival Danau Toba (FDT) 2020 Tetap Digelar

Setelah jadi Polemik, Akhirnya Gubernur Edy Sebut Festival Danau Toba (FDT) 2020 Tetap Digelar

Editor: Tariden Turnip
tribun medan/riski cahyadi
Setelah jadi Polemik, Akhirnya Gubernur Edy Sebut Festival Danau Toba (FDT) 2020 Tetap Digelar. Perahu hias berlayar pada acara pembukaan Festival Danau Toba beberapa waktu lalu 

Mengantisipasi kegagalan, kedepannya diharapkan pelaksanaan FDT agar dipercayakan kepada penyelenggara yang lebih profesional. 

"Untuk ke depan harapan kami, pelaksanaan FDT agar dipercayakan kepada EO yang profesional dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di kawasan Danau Toba," sebut Rapidin.

Dihubungi terpisah, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan menegaskan kalau FDT harus dilaksanakan dan namanya tidak perlu diganti.

Menurut Nikson Nababan yang perlu dibenahi adalah materi dan pelaksanaan FDT itu sendiri.

"Kalau kurang bermanfaat karena apa? Kalau isinya kurang bagus, tinggal materinya diperbaiki. Tidak perlu harus mengganti nama, apalagi mau meniadakan," anjur Nikson Nababan.

Ia juga menyatakan dalam penyelenggaraan FDT 2019, pihaknya tidak dilibatkan. 

"Apalagi dengan program pemerintah pusat dengan menjadikan Danau Toba sebagai destinasi prioritas tentu harus juga didukung pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dengan memperbanyak atraksi atraksi wisata dan promosi wisata," sebutnya. 

Setelah meralat keputusan Edy menegaskan FDT 2019  terlalu monoton dan tidak mendatangkan manfaat, khususnya wisatawan.

"Untuk itu perlu kita kaji, kita mau buat kegiatan di situ tidak monoton seperti sekarang. Seperti tari-tarian di sana, datang satu hari dua hari wisawatan itu langsung cabut," kata Edy Rahmayadi seusai melaksanakan salat di Masjid Agung, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (13/1/2020).

Orang nomor satu di Pemprov Sumut ini menginginkan festival yang selanjutnya dapat mendapatkan sejuta wisawatan.

"Danau Toba itu perlu kegiatan yang bisa membuat wisatawan datang.

Dari pusat meminta satu juta wisatawan, saat ini kita belum dapat segitu. Separuhnya saja tidak," ucapnya.

Ia berharap FDT yang akan datang mempunyai konsep beda, artinya dirinya sangat ingin adat istiadat Batak ditonjolkan agar dapat mendatangkan orang.

"Mari kita bikin kreativitas mari kita ceritakan tentang ada istiadat suku Batak yang ada di sana," ucapnya.

Edy Rahmayadi mencontohkan bentuk kegiatan yang mungkin menggantikan Festival Danau Toba adalah triatlon.

"Triatlon itu ada lari, renang, sepeda. Atau kegiatan-kegiatan yang lain kita bentuk, bukan ditiadakan kegiatannya, tapi bentuknya apa, metodenya apa agar si wisatawan itu datang ke Danau Toba," jelas Edy.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved