Setelah jadi Polemik, Akhirnya Gubernur Edy Sebut Festival Danau Toba (FDT) 2020 Tetap Digelar

Setelah jadi Polemik, Akhirnya Gubernur Edy Sebut Festival Danau Toba (FDT) 2020 Tetap Digelar

Editor: Tariden Turnip
tribun medan/riski cahyadi
Setelah jadi Polemik, Akhirnya Gubernur Edy Sebut Festival Danau Toba (FDT) 2020 Tetap Digelar. Perahu hias berlayar pada acara pembukaan Festival Danau Toba beberapa waktu lalu 

Ditiadakannya Festival Danau Toba di Tahun 2020 turut menjadi perhatian penggagas Festival Babi Danau Toba yaitu Togu Simorangkir.

Ia pun menyoroti alasan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Ria Telaumbanua meniadakan festival tahunan tersebut di akun media sosial facebooknya.

Aktivis lingkungan Togu Simorangkir saat ditemui di Jalan Adam Malik, Selasa (3/9/2019).
Aktivis lingkungan Togu Simorangkir saat ditemui di Jalan Adam Malik, Selasa (3/9/2019). (Tribun Medan / Tommy)

"Pagi ini membaca berita bahwa Festival Danau Toba tahun 2020 ditiadakan. Alasannya karena saat Festival Danau Toba 2019 lalu yang diadakan bulan Desember 2019 sepi pengunjung.

Dan Pemerintah Provinsi mengevaluasi untuk merubah pelaksanaan dari Desember menjadi Juni.

Tapi karena perubahan jadwal dari Desember menjadi Juni ini, Dinas Pariwisata Provinsi Sumut memutuskan tahun ini Festival Danau Toba ditiadakan karena waktu 6 bulan tidak cukup membuat event tahunan ini.

Bah, Festival Babi Danau Toba 1.0 saja persiapannya hanya 1 bulan. Modalnya hanya 47 jutaan. Uang yang beredar kisaran 200 jutaan. Diliput banyak media baik dalam maupun luar negeri.

Festival Babi Danau Toba 2.0 akan diselenggarakan tanggal 20-22 Agustus 2020. Dimana kita bikin woi?," tulisnya.

Festival Babi di Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (25/10/2019)
Festival Babi di Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (25/10/2019) (Tribun Medan)

(cr19/Tribun-Medan.com)

Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan dan Bupati Samosir Rapidin Simbolon tidak setuju soal rencana Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meniadakan Festival Danau Toba (FDT) 2020.

Keduanya bahkan mengkritik Pemerintah Provinsi Sumut karena tak dilibatkan dalam Festival Danau Toba 2019.

"Kalau menurut pendapat kami, dengan segala hormat kepada Bapak Gubernur, kurang tepat kalau Bapak Gubernur menyatakan bahwa FDT tidak ada manfaatnya. 

Menurut kami FDT bermanfaat tetapi kurang maksimal," ujar Rapidin Simbolon, Minggu (12/1/2020).

 

Kegagalan FDT 2019, menurut Rapidin, terletak pada pelaksanaan FDT 2019 di Kabupaten Simalungun Parapat Desember 2019 lalu yang tidak profesional. 

"Pelaksanaan kurang professional dan tidak membumi,"tambahnya.

Apalagi, tambahnya, FDT 2019 tidak melibatkan pemerintah daerah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved