VIDEO Pengabdian Dokter Cantik Arnila Mengajar Anak-anak Kampung Nelayan Secara Gratis
Dokter cantik Arnila Melina mengaku ada kebahagiaan tersendiri saat bisa mengajar kepada anak-anak di Kampung Nelayan
Penulis: M.Andimaz Kahfi | Editor: Juang Naibaho
VIDEO Pengabdian Dokter Cantik Arnila Mengajar Anak-anak Kampung Nelayan Secara Gratis
Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dokter cantik Arnila Melina (24), putri dari pasangan Syafrizal (56) dan Ratna Wilis (53), rela membagikan waktunya di sela-sela kesibukan sebagai dokter yang tinggal menunggu penempatan kerja.
Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) ini, sejak tahun 2014 mulai memberikan bantuan dan memberdayakan anak-anak yang tersandung pendidikan.
Arnila yang telah menyelesaikan Magister Kesehatan Masyarakat (MKN), tak sungkan untuk berbagi terhadap masyarakat kurang beruntung yang berada di Kampung Nelayan.
Anak kedua dari tiga bersaudara ini mengaku ada kebahagiaan tersendiri saat bisa mengajar dan mengaplikasikan ilmu yang ia dapatkan kepada anak-anak di Kampung Nelayan.
"Anak-anak di sini jadwal Senin-Minggu. Tapi, kalau Minggu biasa kegiatan ceria atau kegiatan sains cilik. Minggu kita sering keluar tur," katanya.
Walaupun bukan berlatar belakang pendidikan, tapi Arnila berupaya memberikan pendidikan terbaik terhadap anak-anak di Kampung Nelayan, agar tidak tertinggal dengan anak yang berada di daerah perkotaan.
Arnila, yang merupakan anak perantauan dari Bengkalis, Riau, ini tak peduli dengan jarak dan waktu yang dihabiskan.
Dalam benaknya hanya ada satu harapan, dia harus bisa memberikan pendidikan layak terhadap anak-anak didiknya di Kampung Nelayan.
"Kebahagiaan yang didapat, jujur saya orang yang tidak setuju kalau datang ke kampung hanya kasih bantuan dan ditinggalkan. Beberapa kali memperhatikan kegiatan anak-anak di sini. Sebenarnya banyak sekali bantuan dari orang-orang. Tapi yang gitu anak-anak datang kalau dapat hadiah," kata Arnila, Senin (23/12/2019).
"Makanya beberapa tempat orang datang ramai sampai 60 orang. Tapi mereka hanya datang untuk ambil hadiah dan diajak belajar tidak mau," sambungnya.
Dari situ Arnila mulai berfikir untuk datang memberikan bantuan pendidikan.
Namun, bukan hal mudah mengajak anak-anak di Kampung Nelayan untuk belajar.
Dalam perjalanan di tahun kedua, pernah hanya tinggal 6 murid.