Sebelum Tewas Akibat Kecelakaan Maut, Ini Pesan Terakhir Eidel Pada Opungnya
Nining Juliana (42) yang merupakan tukang ojek langganan korban untuk menjemput. Masih terbaring lemas di RS Medistra Medan.
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Mungkin itulah bisa menggambarkan sosok Nurvuhut Eidelweis Sivakkar (12) yang menjadi korban meninggal, dalam kecelakaan lalu lintas mobil fuso dan sepeda motor di Jalan Medan Batang Kuis Dusun 11, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (27/11/2019) kemarin.
Sementara, Nining Juliana (42) yang merupakan tukang ojek langganan korban untuk menjemput.
Masih terbaring lemas di RS Medistra Medan.
Setelah alami luka parah, mengalami robek pelipis sebelah kanan, robek di kepala sebelah kanan dan retak tulang punggung.
Semasa hidup Eidelweis dikenal sebagai sosok anak yang sangat baik. Dia memiliki berbagai macam keterampilan.
Selain bisa menyanyi, dia juga mahir ajarkan anak-anak gereja menari setiap hari Minggu.
Dari segi pendidikan, kemampuan yang dia miliki juga tidak bisa dianggap sembarangan.
Dia jago pelajaran matematika dan pernah meraih juara dalam olimpiade matematika se-kota Medan saat kelas VI SD.
Sebelum meninggal dunia di tempat,. akibat kecelakaan lalu lintas yang dialami. Eidelweis sempat berpesan kepada opungnya bernama L T Simanjuntak (75) agar Natal tahun ini dirayakan dirumahnya.
Hal itu dimintanya agar semua keluarga yang tinggal di berbagai kota bisa berkumpul. Karena anak pertama tinggal di Depok. Kedua di Samosir. Ketiga di Pekanbaru. Keempat di Bekasi dan Opung di Dumai.
"Almarhum sempat bilang natal tahun ini diadakan di rumahnya saja. Opungnya yang bilang sama saya," kata paman korban bernama Sarsaralos Sivakkar, Kamis (28/11/2019) malam.
"Tapi sayangnya sebelum acara itu sempat terlaksana korban sudah meninggal dunia terlebih dulu," sambungnya.
Teriakkan opungnya terus terdengar.
Dia tidak menyangka cucu yang masih berusia 12 tahun harus secepat ini dipanggil yang maha kuasa.
Sarsaralos menjelaskan bahwa keluarga abangnya, awalnya tinggal di Samosir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jenazah-eidelweis-sivakkar-sebelum-diberangkatkan-untuk-dikebumikan-di-ronggur-nihuta-samosir.jpg)